KPK Telusuri Informasi Aliran Duit ke Ahmad Sahroni dari Tersangka Proyek Suap Bakamla

Ibnu Hariyanto - detikNews
Kamis, 05 Mar 2020 23:24 WIB
Ali Fikri
Foto: Ari Saputra/detikcom
Jakarta -

KPK mengaku mendapatkan informasi adanya dugaan aliran duit dari PT Merial Esa (ME) kepada Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni. KPK akan memanggil saksi-saksi untuk pembuktian informasi itu.

"Bahwa informasi-informasi yang ada tentunya itu menjadi masukan bagi penyidik untuk selanjutnya melakukan pemeriksaan kepada saksi-saksi yang lain yang nanti ada berhubungan dengan ke arah pembuktian tentunya. Ya bagaimana ada di situ kerja sama bisnis yang sudah kami jelaskan di antara saksi Pak Ahmad Sahroni ini dengan tersangka PT ME (Merial Esa) itu yang miliknya Fahmi Darmawansyah itulah kemudian disana dalami lebih lanjut," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (5/3/2020).

PT Merial Esa (ME) ditetapkan sebagai tersangka korporasi dalam kasus suap proyek Bakamla. PT ME diketahui milik Fahmi Darmawansyah, yang telah divonis bersalah dalam kasus ini.

Ali mengatakan informasi itu menyebutkan jika Ahmad Sahroni menerima duit Rp 9,6 miliar dari PT ME. Namun KPK sejauh ini belum memastikan informasi itu sebagai salah barang bukti karena masih ditelusuri.

"Terkait ini di penyidik ya memang khusus untuk tadi yang disebutkan dugaan adanya barang bukti atau alat bukti surat terkait penerimaan uang Rp 9,6 miliar. Informasi dari tim penyidik memang tidak atau belum ya, belum menemukan atau belum menunjukkan atau menemukan sebagai barang bukti katakanlah terkait dengan transaksi itu," sebutnya.

Meski demikian, Ali menekankan penyidik KPK akan mendalami setiap informasi yang diterima itu. Salah satunya dengan pemanggilan saksi-saksi.

"Tentunya akan dilakukan pendalaman pendalaman lebih lanjut saya kira. Dari keterangan penyidik nanti kan sedang menyusun bagaimana timeline dari saksi mana yang akan dihadirkan terkait pembuktian informasi-informasi yang dimiliki penyidik, jadi saya kira itu, tentu akan melakukan pendalaman ke arah sana," sebut Ali.

Selanjutnya
Halaman
1 2