Umumkan Reshuffle di Yogya, SBY Bantah Percaya Klenik
Senin, 05 Des 2005 22:00 WIB
Yogyakarta - Kenapa pengumuman perombakan atau reshuffle kabinet secara terbatas dilakukan di Yogyakarta? Apakah terkait kepercayaan terhadap klenik? Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membantahnya tegas."Mohon maaf, dengan segala kekurangan, saya ini orang beriman. Tidak rasional berkomentar seperti itu," tegas Presiden SBY dalam jumpa pers di Istana Negara Gedung Agung, Yogyakarta, Senin (5/12/2005). Presiden SBY didampingi Wapres Jusuf Kalla, Mensesneg Yusril Ihza Mahendra, dan Seskab Sudi Silalahi.Pernyataan ini disampaikan SBY saat menjelaskan alasan-alasan dilakukan reshuffle terbatas. SBY menanggapi adanya komentar di masyarakat bahwa pengumuman reshuffle di Yogyakarta terkait dengan klenik dan magis.Dijelaskan SBY, pengumuman di Yogyakarta karena dia berpedoman pada pernyataan sebelumnya reshuffle terbatas diumumkan 5 Desember 2005. "Kalau terlambat maka nanti ada kata terlambat, ragu-ragu," ujar SBY.Lalu ditambahkan SBY, "Kebetulan hari ini saya ada di acara Yogya, besok di Magelang. Jadi tidak efektif kalau diumumkan di Jakarta. Boros waktu, boros biaya. Ini (Gedung Agung) juga Istana Negara. Sama saja (diumumkan di Jakarta atau Yogyakarta)."Presiden kemudian mencontohkan soal pinangannya kepada Boediono sebagai menteri ekonomi. Penjelasan soal Boediono disampaikan di Pangkalan TNI AU Polonia, Medan. "Saya jelaskan soal Boediono di Medan, karena saya ditanyanya di Medan," jelas SBY.
(gtp/)











































