Pabrik Ekstasi di Batu Bukan Cabang Pabrik Ekstasi di Serang
Senin, 05 Des 2005 20:38 WIB
Malang -
Polda Jawa Timur membantah keterkaitan pabrik ekstasi di Kota Batu, Jawa Timur, dengani pabrik ekstasi di Serang, Banten. Pabrik yang digerebek tim Mabes Polri dan Badan Narkotika Nasional (BNN), Rabu (23/11/2005) lalu, itu bukan cabang pabrik ekstasi di Serang. "Pabrik ekstasi di Kota Batu sama sekali tidak ada keterkaitan dengan pabrik yang di Serang, Banten," tegas Kabid Humas Polda Jatim Kombes Endro Wardojo seusai meninjau pabrik ekstasi yang berlokasi di Jalan Metro, Kota Batu, Senin (5/12/2005).Ditambahkan Endro, informasi adanya pabrik ekstasi di Kota Batu sebenarnya sudah diketahui bersamaan dengan penggerebekan pabrik ekstasi di Serang Banten. Informasi ini berasal dari Hong Kong.Namun sayangnya, saat dilakukan penggrebekan seluruh alat dan bahan pembuat ekstasi keburu diungsikank. "Alat dan bahan pembuat ekstasi diungsikan ke Malang, Banyuwangi dan Surabaya, sehari setelah penggerebekan Azahari, " ujar Endro.Menurut Endro, pemegang saham pabrik ekstasi di Kota Batu ini berbeda dengan pemegang saham pabrik ekstasi di Serang. Untuk yang di Batu, pemegang saham ada tiga orang, yaitu seorang warga negara Belanda berinisial RC yang sekaligus otak pembuatan ekstasi, Siswo dan Bedjo. "RC bertugas menyediakan modal, Siswo bertugas menyediakan tempat, dan Bedjo bertugas sebagai peracik. Sampai saat ini RC masih buron dan menjadi DPO," ujarnya. Meski berbeda kepemilikan, kedua pabrik ekstasi sama-sama menggunakan peralatan dan bahan dari Hong Kong. Bahan baku berupa piperonil methyl keton (PMK) dan methilamyn. "Bahan-bahan tersebut, didatangkan tersangka melalui Jakarta dengan menggunakan kereta api," ungkap Endro.Sejak beroperasi Agustus lalu, pabrik ekstasi di Batu sudah memproduksi ekstasi sebanyak 180 ribu butir. Produksi pertama 120 ribu butir dan produksi kedua 60 ribu butir. Hasil penjualan kemudian dibagi tiga. Sebanyak 80 persen untuk RC, 10 persen untuk Siswo, dan 10 persen untuk Bedjo.Dari hasil penggrebekan pabrik eksatsi di Kota Batu, kepolisian berhasil menyita beberapa alat yang digunakan untuk memproduksi ekstasi. Antara lain, mesin penggiling, vakum, mesin pengaduk, alat pemanas, mesin penyulingan dan alat cetak. Keempat tersangka dengan inisial SP, BJ, SPM dan HS sudah ditahan Pabrik ekstasi di Jalan Metro, Kota Batu, yang disamarkan seperti rumah sarang burung wallet, hingga kini masih diberi police line. Lokasi juga mendapat penjagaan dari Polres Kota Batu.
(gtp/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































