Warga Saudi dan Ekspatriat Boleh ke Mekah-Madinah, Tapi Dilarang Umroh

Lusiana Mustinda - detikNews
Kamis, 05 Mar 2020 15:15 WIB
Beragam pemandangan menarik ini dipotret dari udara. Penasaran apa saja? Yuk, lihat.
Virus corona di Arab Saudi. Foto: Bandar Aldandani/Getty Images
Jakarta -

Setelah adanya laporan kedua terdeteksi terkait kasus virus corona di Arab Saudi. Pekan lalu, kerajaan memberlakukan larangan peziarah dari luar negeri yang mengunjungi Masjid Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah.

Namun Kementerian Dalam Negeri, sekarang larangan ini berlaku untuk warga Saudi dan ekspatriat. "Tujuannya adalah untuk membatasi penyebaran virus corona dan mencegah aksesnya ke Dua Masjid Suci yang mana ini adalah tempat keramaian yang bisa saja jadi salah satu media penyebaran virus," ujar seorang juru bicara dari Kementerian Dalam Negeri yang dilansir dalam Arab News (05/03).

"Warga Saudi dan ekspatriat masih bisa mengunjungi Mekah dan Madinah untuk berdoa asalkan mereka tidak pergi untuk umrah," kata Wakil Menteri Haji, Abdulfattah Mashat. "Mekah masih terbuka untuk pengunjung dari seluruh Kerajaan, keputusannya hanya menunda kegiatan Umrah," jelasnya kepada TV Al Arabiya.

Warga Saudi dan Ekspatriat dilarang Umroh.Warga Saudi dan Ekspatriat dilarang Umroh. Foto: AP/Amr Nabil

Arab Saudi melaporkan kasus virus corona kedua pada Rabu (04/03) dilaporkan oleh Kementerian Kesehatan, seorang rekan dari penderita pertama yang melintasi jalan lintas dari Bahrain tanpa mengungkapkan bahwa ia telah mengunjungi Iran, pusat wabah di wilayah tersebut. Pihak berwenang telah mengkarantina 70 orang yang sudah melakukan kontak dengan pasien dan 51 dari mereka dinyatakan negatif virus.

Sekarang ada lebih dari 3.150 kasus di Timur Tengah, hampir semuanya ada di Iran yang memiliki 2.922 kasus yang dikonfirmasi dan 92 kematian. Pihak berwenang melarang perjalanan ke luar negeri untuk para pejabat.

Warga Saudi dan Ekspatriat Dilarang Umroh.Warga Saudi dan Ekspatriat Dilarang Umroh. Foto: AP/Amr Nabil

Namun demikian, para ahli terus khawatir bahwa Iran tidak transparan tentang seberapa parahnya negara itu terkena dampaknya.

"Penyebaran virus ke hampir semua provinsi Iran menyisakan sedikit keraguan bahwa pihak berwenang berjuang untuk mengatasi wabah," kata Torbjorn Soltvedt, seorang analis di konsultan risiko Verisk Maplecroft.

Pemerintah Arab Saudi menanggung biaya pengobatan bagi mereka yang terindikasi COVID-19, penyakit yang disebabkan virus corona. Termasuk pemeriksaan medis, diagnosa hingga obat-obatan.

Simak video Arab Saudi Setop Umroh,Travel di Sukabumi Terancam Rugi:

[Gambas:Video 20detik]



(lus/erd)