Ketua MPR: Pendataan Sidik Jari Santri Jangan Diteruskan

Ketua MPR: Pendataan Sidik Jari Santri Jangan Diteruskan

- detikNews
Senin, 05 Des 2005 17:32 WIB
Jakarta - Kepolisian berencana mendata sidik jari santri dan alumni pondok pesantren untuk memudahkan pengawasan atas aksi teroris. Namun, rencana itu diminta tidak diteruskan karena pengambilan sidik jari itu tidak akan menyelesaikan terorisme.Demikian disampaikan oleh Ketua MPR Hidayat Nurwahid usai diskusi peringatan Volunteer Sedunia di Hotel atlet Centure Park, Jalan Pintu I Senayan, Jakarta, Senin (5/12/2005)."Saya berharap itu hanya isu. Apabila ada pihak yang mempunyai program tersebut agar tidak dilanjutkan, karena penyidikan pengambilan sidik jari pada santri dan alumni pondok pesantren tidak akan membantu secara signifikan melawan terorisme," tegasnya.Sebab, lanjut Hidayat, dikhawatirkan hal itu akan menimbulkan kesalahpahaman para santri dan kiai, seolah-olah belum apa-apa mereka sudah dituduh sebagai teroris.Hidayat mengatakan, apabila merujuk pernyataan wapres bahwa ada dua pesantren yang dikatakan radikal, maka tidak pantas jika serta-merta para santri dan kiai diambil sidik jarinya. "Problema terorisme adalah bukan produk pesantren, tapi orang-orang di luar pesantren dan seharusnya tidak dipermasalahkan soal pesantrennya," tegas dia.Dalam melawan teroris, pihak aparat diminta proporsional dengan tidak menghadirkan teror baru di tengah masyarakat yang tidak berdosa dan bersalah. Terorisme bukan hal yang hanya dikaitkan dengan pesantren tetapi lebih pada kondisi politik, sosial, dan keamanan.Pesantren, ujarnya, adalah lembaga yang sangat berjasa membantu bangsa Indonesia dalam bidang pendidikan, merebut kemerdekaan, dan menggagalkan kudeta komunisme.Adapun langkah alternatif yang bisa diambil adalah dengan meningkatkan kerjasama diantara stakeholder dan juga perlu ada UU yang mengatur tentang rehabilitasi orang-orang yang dituduh maupun yang sempat dituduh namun tidak terbukti, untuk pemulihan nama baik mereka. (san/)


Berita Terkait