Praktisi Hukum Ini Yakin Penimbun Masker Belum Bisa Dipidana, Ini Alasannya

ADVERTISEMENT

Praktisi Hukum Ini Yakin Penimbun Masker Belum Bisa Dipidana, Ini Alasannya

Andi Saputra - detikNews
Kamis, 05 Mar 2020 07:43 WIB
david tobing
David Tobing (ari/detikcom)
Jakarta -

Harga masker yang meroket membuat aparat bergerak merazia agar harga stabil. Namun praktisi hukum David Tobing menilai penimbun masker yang diyakini membuat harga melonjak, tidak bisa dipidana. Apa alasannya?

Aparat menyatakan bahwa pelaku penyimpanan/penimbunan masker dapat dikenai pidana penjara 5 tahun dan/atau denda 50 miliar Rupiah karena melanggar Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 Tentang Perdagangan. Pasal 29 ayat (1) Undang-Undang Perdagangan menyebutkan:

Pelaku Usaha dilarang menyimpan Barang kebutuhan pokok dan/atau Barang penting dalam jumlah dan waktu tertentu pada saat terjadi kelangkaan barang, gejolak harga, dan/atau hambatan lalu lintas Perdagangan Barang.

Dan atas pelanggaran pasal tersebut sanksinya 5 tahun penjara dan/atau denda maksimal Rp 50 miliar sebagaimana diatur dalam Pasal 107.

"Apakah penerapan pasal dalam UU Perdagangan serta sanksi pidana tersebut sudah tepat?" kata David Tobing saat berbincang dengan detikcom, Kamis (5/3/2020).

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT