Korban DBD Terus Berjatuhan, Lurah se-Semarang Dikumpulkan
Senin, 05 Des 2005 16:57 WIB
Semarang - Setahun ini, 24 orang jadi korban keganasan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Risih karena korban terus berjatuhan, 177 lurah di Kota Semarang pun dikumpulkan.Pertemuan itu digelar di Balakota Semarang, Jalan Pemuda, Senin (5/12/2005). Dengan didampingi staf-staf pentingnya, Walikota Semarang Sukawi Sutarip langsung memimpin acara tersebut. Selain lurah, hadir juga ibu-ibu PKK dan pengusaha di Semarang."Saya minta seluruh lurah memantau wilayah rumah tangga maupun sekolah di wilayahnya. Setiap Selasa pagi, semua siswa sekolah diliburkan pada jam pelajaran pertama untuk membersihkan lingkungan sekolahnya," kata Sukawi Sutarip.Sukawi mengakui demam berdarah seperti api. Wabah tersebut harus segera dipadamkan dengan cara fogging massal. Pencegahan juga harus tetap digalakkan.Selain itu, Sukawi memerintahkan jajarannya membuat kartu pemantauan jentik nyamuk sebanyak 300 ribu lembar yang ditempelkan di setiap rumah warga Semarang. Ibu-ibu PKK diharap juga memantau kebersihan lingkungan sekitarnya.Dalam 10 hari terakhir, enam orang jadi korban DBD. Korban terbaru adalah Tri Argar Fitri Faturochman, siswa kelas 3 SD Sompok 3 Semarang. Gadis kecil ini meninggal dunia di RS Dr Kariadi Semarang pada Minggu (4/12) kemarin dan dimakamkan hari ini.Berdasarkan data Dinkes Jawa Tengah, dari 35 kota/kab, Kota Semarang merupakan wilayah endemis demam berdarah terbesar. Sebanyak 66,6 persen kelurahan atau 118 dari 177 kelurahan di Kota Semarang merupakan tercatat sebagai wilayah endemis.
(nrl/)











































