Cara Meditasi Islam yang Bisa Cegah Stres dan Tingkatkan Konsentrasi

Lusiana Mustinda - detikNews
Rabu, 04 Mar 2020 15:04 WIB
AI HamduLillah thanks to God of Islam, Arabic alphabet and Koran in hand - holy book of Muslims ( public item of all muslims )
Foto: Getty Images/iStockphoto/meen_na
Jakarta -

Virus Corona yang terjadi di Jakarta, harga bahan makanan yang tinggi hingga masalah di kehidupan sehari-hari bisa membuat kita stres. Ada beberapa cara untuk mengurangi stres hingga rasa cemas. Salah satunya adalah dengan melakukan meditasi Islam yang tujuannya mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Berbicara tentang meditasi, kita sering memvisualisasikannya dengan yoga ataupun meditasi zen. Namun ada cara lain yang dapat dilakukan seorang muslim untuk menjalankan meditasi dalam Islam.

Dikutip dalam about.islam.net, ada berbagai manfaat yang bisa kamu dapatkan setelah meditasi, termasuk membantu kurangi stres, meningkatkan daya ingat, menambah konsentrasi dan mengurangi reaktivitas emosional.

Tujuan dari semua ini adalah untuk mendapatkan kepuasan batin. Semua jenis meditasi Islam melibatkan seluruh kegiatan yang bentuknya mengingat Allah dan tujuan dari ini adalah untuk memurnikan hati dari pikiran jahat.

Cara meditasi Islam yang bisa kamu lakukan:

1. Taffakur

Taffakur artinya berpikir dengan sengaja, konstruktif dan positif. Berapa banyak waktu yang kita habiskan dalam sehari untuk merefleksikan kebesaran Allah SWT?

Di zaman seperti ini taffakur dinilai sangat penting. Kalau kita tidak memiliki waktu untuk merenung dan berpikir, tentunya kita justru akan mengalami ketakutan. Akibatnya bisa timbul stres, kecemasan dan kurangnya kedamaian dalam diri. Yang perlu kita lakukan adalah melepaskan dan membebaskan diri dari belenggu yang mengikat kita ke dunia ini.

Mulailah dengan duduk diam selama lima menit setelah sholat fardhu. Tutup mata dan pikirkan bagaimana Allah selalu memperhatikan kita. Renungkan bagaimana saat Allah tahu semua yang ada di kepala kita, kekhawatiran kita hingga harapan kita.

Fokus utama kita adalah pada Allah, bukan yang lain. Tingkatkan waktu sedikit demi sedikit setiap hari. Luangkan waktu untuk merenungkan Allah dan akhirat yang akan membantu kita untuk lebih bersyukur dan juga meringankan tekanan kehidupan sehari-hari.

Dari Abu Hurairah -radhiyallahu 'anhu-, ia berkata bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Allah Ta'ala berfirman: Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku saat bersendirian, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik daripada pada itu (kumpulan malaikat). Jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan (biasa), maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat." (HR. Bukhari no. 6970 dan Muslim no. 2675).

2. Bersyukur

Banyak mengucapkan terima kasih secara verbal jadi salah satu ungkapan syukur kita. Mungkin kita melihat beberapa orang yang kurang beruntung sehingga dapat membuat kita berkata,"Saya bersyukur atas apa yang saya miliki".

Rasa terima kasih ini tentu perlu dilakukan setiap hari secara sadar. Membuat jurnal rasa syukur memungkinkan kita untuk memproses emosi syukur dengan lebih baik.

Dikutip dalam "Buku Pintar Hadist Edisi Revisi" oleh Syamsul Rijal Hamid, hadits bersyukur atas segala nikmat Allah SWT ini disampaikan oleh Ibnu Amr ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Ada dua watak yang apabila keduanya terdapat dalam diri seseorang, maka Allah mencatatnya sebagai orang yang sabar dan bersyukur. Yakni, seseorang yang jika melihat orang lain lebih pintar atas dirinya dalam masalah agama, ia mengikutinya. Dan jika melihat orang lain lebih sulit dari dirinya, lalu ia memuji Allah SWT atas karunia yang diterimanya. Orang seperti inilah yang dicatat oleh Allah sebagai orang yang bersabar dan bersyukur." (HR. Tirmidzi).

Meditasi dalam Islam.Meditasi dalam Islam. Foto: Getty Images/iStockphoto/meen_na

3. I'tikaf

I'tikaf memiliki arti berhenti (diam) di dalam masjid dengan syarat-syarat tertentu, semata-mata hanya untuk beribadah kepada Allah SWT. Ibadah sunnah ini sebenarnya bisa dilakukan setiap waktu, akan tetapi yang paling utama adalah saat bulan Ramadhan.

Berdiam diri ini sebenarnya sudah pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad dengan beribadah di Gua Hira. Nabi juga selalu melakukan i'tikaf saat bulan Ramadan karena pahalanya sangat besar.

Melepaskan diri dari rutinitas dan beribadah di masjid semata-mata hanya kepada Allah SWT. Saat i'tikaf jangan melamun dan pikiran tidak boleh kosong. Dan meninggakan perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh seseorang yang sedang beritikaf.

Allah berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 187:

"Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri'tikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertaqwa."

Meditasi menurut Islam.Meditasi menurut Islam. Foto: Getty Images/iStockphoto/meen_na

4. Dzikir

Dzikir adalah salah satu praktik meditasi Islam (https://www.detik.com/tag/meditasi) yang paling umum. Dzikir berarti memuji dan memuliakan Allah. Dengan berdzikir dalam keadaan meditasi, kamu akan meningkatkan efektivitas latihan yang luar biasa.

Allah SWT menjamin akan memberi ketenangan hati dan akan selalu mengingat orang-orang yang berdzikir kepada-Nya, sebagaimana tercantum dalam Al-Qur'an:

"Orang-orang yang beriman keadaan hati mereka menjadi tenang karena dzikir kepada Allah, ingatlah dengan mengingatkan Allah, hati menjadi tenang." (QS. Al-Ra'du: 28).

5. Membaca Al-Qur'an

Meditasi Islam salah satunya adalah membaca Al-Qur'an. Jika kamu mengalami hal yang sangat buruk sebaiknya berwudhu dan membaca Al-Qur'an.

Rasulullah SAW bersabda:

"Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Alquran maka ia akan mendapat satu kebaikan dan dari satu kebaikan itu berlipat menjadi sepuluh kebaikan. Aku tidak mengatakan alif lam mim sebagai satu huruf. Akan tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf." (HR. Bukhari).

Nah, meditasi Islam mana yang paling mudah kamu jalani?

(lus/erd)