2 Lelaki Mesum dalam Surau di Sumbar Awalnya Izin Menginap

Jabbar Ramdhani, Jeka Kampai - detikNews
Rabu, 04 Mar 2020 12:30 WIB
Komunitas seks Gay Bogor hingga Kelapa Gading
Ilustrasi (Fuad Hasim/detikcom)
Padang -

Dua lelaki digerebek warga karena melakukan perbuatan mesum di dalam sebuah surau di Solok, Sumatera Barat (Sumbar). Kedua lelaki berinisial EPS (23) dan ROP (13) itu awalnya izin kepada warga untuk menginap di surau karena kondisi sudah larut malam dan tak punya ongkos.

"Sesampainya di musala tersebut, tersangka dan korban menemui pengurus musala untuk meminta izin beristirahat di musala tersebut. Setelah mendapat izin tersangka dan korban tidur di musala tersebut," kata Kasat Reskrim Polres Solok AKP Deny saat dihubungi detikcom, Rabu (4/3/2020).

Namun izin yang diberikan warga dan pengurus surau malah disalahgunakan. EPS melakukan pencabulan terhadap korban dengan cara memaksa.

EPS terbangun sekitar pukul 01.00 WIB dan melampiaskan nafsunya kepada korban yang tidur di sampingnya. Warga yang curiga karena lampu surau dimatikan lalu menggerebek.

"Selanjutnya pelaku langsung mengeluarkan dan memegang kemaluannya dan memaksa korban berhubungan. Setelah itu datang pengurus musala beserta warga ke dalam musala untuk mengamankan tersangka dan korban untuk selanjutnya diserahkan kepada pihak kepolisian," ujar AKP Deny.

Sebelumnya diberitakan, warga menggerebek dua lelaki yang berbuat tak senonoh di sebuah surau di Jorong Pasar Baru, Nagari Cupak, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumbar, pada Senin (2/3). Keduanya datang ke surau tersebut pada Minggu (1/3).

Keduanya diamankan pada Senin (2/3) dini hari. Keduanya dipergoki melakukan hubungan badan sesama jenis di musala. Mereka lalu diserahkan ke polisi. Polisi masih mengembangkan kasus ini untuk mencari tahu mengenai korban lainnya.

"Kronologinya ada masyarakat yang menemukan korban ini dipaksa sama pelaku untuk melakukan hubungan sesama jenis. Atas informasi yang dipunya masyarakat (lalu) digerebek. Masyarakat lalu menghubungi anggota lalu kita bawa ke kantor," kata AKP Deny, Selasa (3/3).

"Ini masih kita kembangkan, dicari korban lain (karena korban pertama dipaksa). Sudah dilakukan pencabulan, ya (sodomi)," ujar Deny.

(jbr/tor)