Bangun Papua, Ketua MPR Dorong Pemerintah Terus Salurkan Dana Otsus

Reyhan Diandri Ghivarianto - detikNews
Rabu, 04 Mar 2020 11:38 WIB
MPR
Foto: MPR
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengatakan kedatangannya ke Papua untuk memastikan di pulau paling timur di Indonesia itu ada kemakmuran, keadilan, dan kesejahteraan. Dalam membangun Papua, pemerintah telah memberi dana otonomi khusus (otsus) yang dikatakan akan berakhir pada 2021.

"Akan kita dorong agar dana otsus tetap diberikan," tegas Bamsoet dalam keterangan tertulis, Kamis (4/3/2020).

Hal itu disampaikannya saat tatap muka Pimpinan MPR, DPR, DPD, dan Kementerian PUPR dengan Forkopimda Jayawijaya i Hotel Amo, Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Selasa (3/3/2020). Dalam kesempatan itu, ia juga melakukan peninjauan pembangunan 193 rumah dan 400 unit ruko yang dibangun kembali oleh pemerintah untuk memulihkan perekonomian dan kehidupan pascakerusuhan Wamena beberapa waktu lalu.

"Dan hari ini kita menyaksikan upaya-upaya recovery dan pemulihan di Wamena. Saat ini sedang dikerjakan dan kami menyaksikan," ujar Bamsoet.

Bamsoet menjelaskan pasar, ruko, dan perumahan ini dibangun agar memulihkan suasana dan perekonomian di kabupaten yang berhawa sejuk itu. Ia juga memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Kementerian PUPR, Bupati Jayawijaya, dan TNI AD yang bertugas dengan cepat dan tanggap.

"Yang telah dengan cepat, tanggap, melakukan recovery bagi masyarakat Wamena," ungkapnya.

Wakil Ketua MPR Fadel Muhammad dalam kesempatan yang sama mengakui hahwa perkembangan di Papua sangat luar biasa. "Setelah melihat Timika, Wamena, Sentani, dan Jayapura, perkembangannya sangat mengembirakan," tuturnya.

Di provinsi ini menurut Fadel, mempunyai banyak potensi yang bisa dikembangkan, seperti pariwisata, perikanan, dan peternakan.

"Tanah dan air yang luas dan potensial sangat menjanjikan untuk dikembangkan," ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut juga ditandatangani Ikrar Kebangsaan. Ikrar itu berisi untuk menghadirkan suasana yang komprehensif bagi masa depan tanah Papua yang berlandaskan pada keadilan, kesejahteraan, dan kebudayaan.

Wakil Ketua MPR Arsul Sani mengatakan Ikrar Kebangsaan yang ditandatangani perlu dimaknai bahwa MPR mempunyai komitmen yang
kuat untuk memajukan Papua dan menyelesaikan permasalahan yang ada. Hadirnya pimpinan MPR, DPR, dan DPD ke Papua dikatakan untuk menunjukkan bahwa bangsa Indonesia tidak meninggalkan Papua dalam pembangunan.

"Juga sebagai wujud MPR mendukung wakil rakyat yang berasal dari Provinsi Papua dan Papua Barat dalam MPR For Papua," pungkasnya.

(akn/ega)