Menko PMK Gelar Rakor Bahas Percepatan Dana BOS, Nadiem-Sri Mulyani Hadir

Yogi Ernes - detikNews
Rabu, 04 Mar 2020 11:06 WIB
Menko PMK rapat soal dana BOS bersama Mendikbud Nadiem dan Menkeu Sri Mulyani. (Foto: Yogi Ernes/detikcom)
Menko PMK rapat soal dana BOS bersama Mendikbud Nadiem dan Menkeu Sri Mulyani. (Yogi Ernes/detikcom)
Jakarta -

Menko PMK Muhadjir Effendy menggelar rapat koordinasi tingkat menteri. Rapat tersebut membahas percepatan penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Rapat digelar di Kemenko PMK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (4/3/2020). Hadir Mendikbud Nadiem Makarim hingga Menkeu Sri Mulyani.

Muhadjir menjelaskan rapat ini membahas masalah percepatan dana BOS. Dia berharap, dengan skema dana BOS yang baru, sekolah akan lebih leluasa dalam mengelola dana tersebut.

"Pada pertemuan pagi hari ini kita akan membahas tentang masalah percepatan BOS yang semula empat tahap sekarang jadi tiga tahap, bahkan untuk Kemenag dua tahap ya. Harapannya sekolah jadi lebih leluasa dalam pendanaan operasional sekolah dengan cara baru yang telah dilaksanakan dan disetujui oleh Kemenkeu, Kemendikbud, dan juga Kemenag," ujar Muhadjir.

Dalam rapat, Muhadjir juga menjelaskan perihal diperbolehkannya dana BOS untuk membayar gaji guru honorer yang telah memiliki Nomor Unik Pendidikan dan Tenaga Pendidikan (NUPTK). Namun, penggunaan itu dengan maksimal 50 persen dari dana BOS.

"Sementara Kemenag mengizinkan maksimum 30% karena mayoritas adalah madrasah swasta," ujarnya.

Hasil rakor ini, kata Muhadjir, diharapkan mampu menciptakan keselarasan antara Kemenag dan Kemendikbud dalam memahami masalah dana BOS. Ia berharap tiap kebijakan di dua kementerian tersebut terkait dana BOS tidak menimbulkan perbedaan ketika praktik di lapangan. Saat ini sendiri Rakor Tingkat Menteri di Kemenko PMK masih berlangsung.

(mae/mae)