Ancaman Stigmatisasi di Balik Penyebaran Data Pribadi Pasien Corona

Pasti Liberti Mappapa - detikNews
Selasa, 03 Mar 2020 21:00 WIB
Virus corona telah mewabah di China sejak Desember 2019 lalu. Hingga kini, tim medis terus berjuang untuk menangani pasien yang terjangkit virus corona.
Foto: AP Photo

Contoh terbaik soal penanganan pasien yang terpapar virus corona menurut Syahrizal disajikan Singapura. Negara jiran ini hanya menampilkan nomor kasus untuk menggantikan nama.

"Yang juga dibuka hanya jenis kelamin, usia pasien, atau riwayat perjalanan yang terkait dengan penelusuran dimana pasien terjangkit virus," kata pakar epidemiologi tersebut.

Sementara itu, Deputi Direktur Riset Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM), Wahyudi Djafar yang melakukan penelitian soal perlindungan data pribadi menyatakan identitas pribadi seperti alamat merupakan bagian dari rekam medis yang harus dilindungi.

Perlindungan kerahasiaan terhadap rekam medis ini sudah masuk dalam berbagai aturan seperti Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran dan UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Menurut Wahyudi, Kementerian Kesehatan juga sudah membuat aturan turunan khusus bagi rekam medis tersebut.

Diantaranya, Permenkes Nomor 269/Menkes/Per/III/2008 tentang Rekam Medis, Permenkes No. 36 Tahun 2012 tentang Rahasia Kedokteran, Permenkes No. 55 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pekerjaan Rekam Medis.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4