Walkot Semarang Optimistis Pertahankan Laju Pertumbuhan Ekonomi

Angga Laraspati - detikNews
Selasa, 03 Mar 2020 20:51 WIB
Pemkot Semarang
Foto: Dok. Pemkot Semarang
Jakarta -

Wali kota Semarang Hendrar Prihadi optimistis mampu mempertahankan Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Kota Semarang. Hendi sapaan akrab Hendrar Prihadi pun berencana untuk mewujudkan berbagai kegiatan yang menjadi prioritas di tahun 2021, termasuk pada laju pertumbuhan ekonomi.

Optimisme tersebut disampaikan Hendi usai membuka kegiatan Forum Gabungan Perangkat dalam rangka penyusunan RKPD tahun 2021 di Kota Semarang yang bertempat di Ruang Loka Krida, Kompleks Balai Kota Semarang. Lebih lanjut, seperti yang ditargetkan Menteri Keuangan, Sri Mulyani untuk daerah Jawa Tengah termasuk Kota Semarang mencapai 7%. Sedangkan di Kota Semarang, LPE-nya terus mengalami peningkatan dalam 2 tahun terakhir dari 6,52% di tahun 2018 menjadi sebesar 6,86 % di tahun 2019. Kota Semarang juga mampu menjaga konsistensi LPE di atas LPE provinsi dan nasional.

"Walau belum bisa memenuhi target dari Menteri Keuangan, tapi lonjakannya sudah sangat tinggi," ungkap Hendi dalam keterangan tertulis, Selasa (3/3/2020).

Laju Pertumbuhan Ekonomi di Kota Semarang, lanjut Hendi, juga dipengaruhi oleh beberapa hal seperti konsumsi warga masyarakat. Selain itu LPE juga dipengaruhi oleh investasi, nilai ekspor dan pajak. Selain itu ada beberapa pekerjaan rumah pemerintah Kota Semarang yang harus tetap dikawal, seperti Kampung Pelangi, Pasar Johar, Pelebaran Jalan Gajah dan penambahan pusat kuliner di Semarang.

"Untuk kalangan menengah ke bawah mungkin sudah terakomodir, tapi ceruk kaum elit warga Semarang yang belum tergarap," ujar Hendi.

Hendi juga membahas berbagai keberhasilan yang telah dicapai Pemerintah Kota Semarang, seperti angka SILPA yang terus menurun dari tahun ke tahun, opini dari BPK yang memberi predikat WTP selama tiga tahun berturut-turut.

"Opini WTP dari BPK jangan dianggap dengan euphoria yang berlebihan, karena memang sudah seharusnya," ujar Hendi.

Selain itu nilai SAKIP kota Semarang pada 2016 yang semula CC juga terus meningkat pada tahun 2019 menjadi B.

Sesuai RPJMD terdapat beberapa capaian Indikator Semarang hebat, beberapa di antaranya mulai dari Laju Pertumbuhan Ekonomi, Indeks Pembangunan Manusia, Nilai Investasi & PDRB, Indeks Reformasi Birokrasi, Angka Kemiskinan hingga Tingkat Pengangguran Terbuka.

"Beberapa sudah mencapai target, namun tahun ini dan tahun yang akan datang harus lebih hebat," tambahnya.

Selain itu, terkait virus corona, Pemerintah Kota Semarang juga menghimbau agar warga masyarakat tidak panik. Masyarakat diimbau agar melakukan dan meningkatkan gaya hidup sehat. Mulai dari menjaga kebersihan tangan rutin. Lalu, hindari mengusap mata, hidung dan mulut. Kemudian, menutup mulut dan hidung dengan tisu ketika bersin atau batuk.

"Terus jaga kesehatan dan banyak-banyak cuci tangan," pungkas Hendi.

(prf/ega)