Bisa Dalami Agama, Pimpinan MPR Ajak Milenial Pahami Bahasa Arab

Reyhan Diandri Ghivarianto - detikNews
Selasa, 03 Mar 2020 20:44 WIB
MPR RI
Foto: Dok. MPR RI
Jakarta -

Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid mengimbau generasi milenial, khususnya mahasiswa Fakultas Agama Islam untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Arab. Dengan pemahaman bahasa Arab yang baik, maka pemahaman beragama menjadi meningkat dan komprehensif.

"Pemahaman agama Islam terkait dengan pemahaman Alquran yang komprehensif. Pemahaman Alquran yang komprehensif tergantung juga dengan pemahaman bahasa Arab yang komprehensif. Karena itu generasi milenial perlu meningkatkan kualitas pemahaman bahasa Arab sehingga tidak terjebak pada pemahaman beragama yang tidak komprehensif," ujar Hidayat, dalam keterangannya, Selasa (3/3/2020).

Hal itu ia sampaikan dalam Kuliah Umum dengan tema "Urgensi Pengembangan Bahasa Arab Terhadap Komprehensifitas Pemahaman Agama pada Generasi Milenial" di Aula Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Muhammadiyah di Ciputat Tangerang Selatan, Jakarta. Kuliah umum ini dihadiri oleh ratusan mahasiswa Fakultas Agama Islam UMJ.

Hidayat juga memaparkan, pemahaman agama sering dihubungkan dengan radikalisme, terorisme, dan liberalisme.

"Radikalisme bisa terjadi ketika pemahaman bahasa Arab tidak membawa pada pemahaman yang utuh terhadap teks-teks agama. Jadi diambil sepotong-sepotong. Memahami agama dengan cara yang tidak komprehensif menghadirkan masalah-masalah," sambungnya.

Selain itu Hidayat menjelaskan, generasi milenial adalah generasi yang hadir di abad 21. Merujuk pada PBB dan UNESCO, generasi milenial adalah mereka yang lahir antara tahun 1981 sampai tahun 2000. Ada juga definisi lain yang menjelaskan bahwa generasi milenial adalah mereka yang berusia antara 14 tahun hingga 39 tahun.

"Generasi ini merupakan mayoritas penduduk dunia, termasuk mayoritas di Indonesia dan negara-negara Arab," jelas Hidayat.

Ia menuturkan, mengacu pada pengguna internet diketahui bahwa bahasa Arab merupakan bahasa keempat terbesar di dunia yang digunakan oleh kalangan milenial. Urutan penggunaan bahasa terbesar di internet adalah bahasa Inggris, kemudian bahasa China, lalu bahasa Spanyol, dan keempat bahasa Arab. Bahasa Indonesia menduduki urutan keenam terbesar digunakan pengguna internet.

"Melalui jaringan internet banyak dibuka kajian-kajian bahasa Arab. Generasi milenial bisa meningkatkan potensi dan mengasah kemampuan bahasa Arab melalui internet atau media sosial. Atau menggunakan sarana yang disenangi kalangan milenial seperti Facebook, WhatsApp, Twitter, dan lainnya," tutur Hidayat.

Penggunaan bahasa Arab juga, menurut dia, sangat menguntungkan secara ekonomi. Untuk diketahui pengguna bahasa Arab di dunia saat ini sekitar 2,5 miliar orang.

"Banyak sekali keuntungan secara ekonomi bisa berbahasa Arab. Secara ekonomi, Timur Tengah merupakan pasar yang besar. Mereka lebih suka dengan orang yang bisa berbahasa Arab," pungkasnya.

(prf/ega)