Reshuffle Kabinet
Golkar Ogah Ical & Fahmi Diganti
Senin, 05 Des 2005 14:51 WIB
Jakarta - Mendekati pengumuman reshuffle kabinet, situasi politik makin memanas. Partai Golkar mewanti-wanti Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak mendepak dua menteri dari Golkar, Menko Perekonomian Aburizal Bakrie (Ical) dan Menakertrans Fahmi Idris. Katanya, jika sampai diganti akan ada persoalan baru. Wah!"Golkar hanya punya dua yakni Fahmi Idris dan Aburizal Bakrie. Yang ada jangan dikurangi. Bahkan bila terjadi reshuffle yang ada malah harus ditambah," kata Wakil Ketua Umum Golkar Agung Laksono di sela-sela peringatan Hari Relawan Sedunia, di Hotel Atlet Century Park, Senayan, Jakarta, Senin (5/12/2005). Menurut Agung, dalam melakukan reshuffle, SBY sudah semestinya mempertimbangkan keterwakilan partai politik (parpol) terlebih lagi parpol pendukung pemerintah seperti Golkar. "Di Rapim Golkar kemarin juga mengamanatkan untuk mempertahankan yang sudah ada. Apabila Presiden tidak mempertimbangkan keterwakilan parpol ini maka akan terjadi persoalan baru," kata Agung tanpa mau memerinci persoalan baru yang dimaksudnya.Setelah SBY mengundang mantan Menkeu Boediono untuk bergabung dalam Kabinet Indonesia Bersatu, nama Ical langsung masuk dalam daftar menteri yang akan di-reshuffle. Kabar santer beredar Boediono akan menggantikan posisi Ical sebagai Menko Perekonomian. Nah karena posisinya diambil Boediono, maka Ical pun dioper menjadi Menko Kesra yang dipegang Alwi Shihab. Dengan operan itu, otomatis Alwi yang harus hengkang.Benarkah seperti itu? Kita tunggu saja.
(iy/)











































