Ical: Pengganti Saya Tak Akan Temui Kesulitan Lagi
Senin, 05 Des 2005 14:47 WIB
Jakarta -
Ical yakin masalah tersulit perekonomian telah 'dibereskannya' dengan keputusan yang sulit pula. Karena itu, siapa pun penggantinya sebagai Menko Perekonomian, tidak akan menemui kesulitan lagi seperti yang dialaminya."Siapa pun yang menjalankan ekonomi, keputusan sulit sudah diambil, yaitu menaikkan harga BBM dan mencabut subsidi. Tidak akan ada keputusan-keputusan sulit lagi nanti," kata pria bernama lengkap Aburizal Bakrie ini.Hal ini disampaikan Ical usai rapat dengan anggota DPD RI di Gedung Nusantara IV MPR/DPR, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Senin (5/12/2005).Sebelumnya Ical sempat curhat di depan anggota DPD. Saat itu ia mengaku pada dasarnya bukan seorang menteri (birokrat). "Seumur hidup saya selalu berada dalam swasta," katanya.Bahkan saat krisis ekonomi melanda Indonesia pada tahun 1997, perusahaan yang dipimpinnya tidak luput dari terpaan. "Saat itu perusahaan saya bangkrut, tapi tahun 2001 bangkit lagi. Coba berapa banyak orang yang bangkrut sampai lebih miskin, bahkan sampai meminta-minta," tuturnya.Ia mengaku bersyukur Allah masih membantunya memulihkan kembali perusahaannya yang berada di bawah bendera Bakrie Group dalam waktu relatif cepat."Ini bukan cerita bohong. Ini benaran bukan politik. Saat itu saya harus mengambil keputusan, dan sekarang saya menikmati saja kebangkitan perusahaan-perusahaan saya," katanya.Padahal waktu itu, imbuhnya, ia harus berupaya mengurangi utang perusahaannya. Bahkan mengambil keputusan pahit, di mana saham miliknya di perusahaan yang ia bangun tinggal 2,5 persen."Kita ambil keputusan pemerintah sekarang. Kemudian harus mau menyumbang kepada negara dan pemerintah, itu utang saya kepada Allah, harus kita bayar," katanya.Utang kepada negara, tutur Ical, sudah dilakukannya dengan menjalankan yang terbaik dalam satu tahun terakhir. "Walaupun terjadi perbedaan-perbedaan, dan kalau saya tidak dipakai lagi, saya tidak masalah. Utang saya sudah saya bayar kepada Allah. Karena itu, saya nggak jadi soal mau di dalam atau di luar (pemerintahan), saya kira sama saja. Ini hanya soal ibadah," tegasnya.Menanggapi pernyataan Ical, Wakil Ketua DPR Sarwono Kusumaatmadja sempat memberi sedikit nasihat kepada Ical. Menurutnya, jabatan politik selalu penuh dengan risiko."Jadi kalau ingin kepastian, masuklah dunia profesi. Kalau ingin ketidakpastian, masuklah dunia politik. Saya kenal Ical sejak zaman kuliah. Saya yakin dia memenuhi tanggung jawabnya, orang dilihat dari jasa-jasanya. Apa yang terjadi, terjadi saja," tandasnya.
(umi/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































