Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut WNI yang diisolasi karena corona tetap diperbolehkan menggunakan HP. Sebab, yang diisolasi hanyalah fisik, bukan sosial.
"Penggunaan HP, kita kan mengisolasi dia dalam konteks fisik agar tidak kontak dengan orang lain, bukan mengisolasi sosial," ujar juru bicara pemerintah terkait virus corona, Achmad Yurianto, di Kantor Kemenkes, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (3/3/2020).
Achmad mengatakan, hal serupa juga dilakukan kepada WNI yang sebelumnya telah menjalani obseravasi di Natuna. Menurutnya, banyak orang tua WNI yang perotes karena tidak dapat mengetahui kondisi anaknya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini yang kemudian kita lakukan pada waktu di Natuna. Hari pertama kedua, saya dikomplain banyak sekali orang tua," kata Achmad.
"(Mereka bilang) yang pada saat berangkat ke Indonesia bisa dihubungi, tapi pada saat ke indonesia kok hilang kabarnya. Dikatakan baik-baik, tapi saya tidak bisa hubungi anak saya ada apa. Baru saya sadari kalau mereka tidak punya GSM Indonesia, makanya saya carikan semua dan dapet, baru bisa berhubungan," sambungnya.
Menurutnya, kejadian Natuna ini menjadi pelajaran bagi observasi ABK di Sebaru. Achmad menyebut, ketika tiba di Sebaru akses komunikasi langsung diberikan.
"Ini pelajaran juga bagi kita, untuk ABK yang di Sebaru. Begitu datang langusung kita kasih (nomor GSM)," tuturnya.
(dwia/mae)