Skateboard Bekas Disulap Jadi Kerajinan Unik Bernilai Tinggi

Yudistira Imandiar - detikNews
Selasa, 03 Mar 2020 16:45 WIB
Kerajinan kayu
Foto: Yudistira Imandiar/detikcom
Jakarta -

Berawal dari kegemarannya pada olahraga skateboard, Suhardi Widayanto menemukan peluang bisnis yang menguntungkan. Bukan sebagai atlet professional, pria yang akrab disapa Anto ini berinovasi dengan mengolah limbah papan skate menjadi aksesori dengan nilai jual tinggi.

Ide tersebut muncul saat Anto melihat limbah papan skate yang terbengkalai. Bermodal keterampilan yang dipelajari secara otodidak, ia memproduksi ragam aksesori unik dari kayu seperti kacamata, jam tangan, dan anting.

"Kebetulan (belajar keterampilan) ini otodidak dari internet dari YouTube. Basis saya manajemen, jauh dari ini. (Tapi) saya coba melatih keahlian tiap hari dan berinovasi, (hingga) jadilah (produk) seperti ini," kata Anto yang ditemui detikcom saat pameran UMKM binaan BNI di Graha BNI, Jakarta Pusat, Selasa (3/3/2020).

Sejak akhir tahun 2016, produk-produk aksesori buatannya dipasarkan melalui label dagang "Kalani Wood". Usaha tersebut akhirnya menjadi sumber mata pencarian Anto untuk menghidupi keluarganya.

Pria yang memiliki latar belakang pendidikan manajemen tersebut sangat menikmati perjalanan bisnisinya. Di samping menguntungkan, ia menjadi semakin dekat dengan skateboard, hobi yang ia gemari sejak remaja.

"Saya main skate dari 2001. Karena banyak papan bekas, memang dulu aku kumpulin," kata Anto mengisahkan masa lalunya. "(Dulu) pernah kerja kantoran juga. Setelah keluar ingin (memiliki) usaha yang bisa mendukung kehidupan sehari-hari plus (menyalurkan) hobi. Kita putuskan buat kerajinan dari papan skate," katanya melanjutkan perbincangan.

Untuk mendapatkan bahan baku limbah papan skate, pria yang berdomisili di Sleman, Yogyakarta ini menjalin relasi dengan beberapa komunitas skate. Ia cukup selektif menyortir bahan baku untuk memastikan kualitas produk yang dibuat secara hand made tersebut.

Papan Skateboard Bekas Disulap Jadi Kerajinan Unik Bernilai TinggiFoto: Yudistira Imandiar/detikcom

"Kalau bahan baku kita nyari sendiri. Berhubungan dengan komunitas skate di Yogya, (masuk) forum skate, ada juga yang nawarin (papan bekas). Kalau papan skate pilih yang impor. Terbuat dari kayu maple, (material kayu) adanya di Kanada," beber Anto.

Salah satu keunikan dari Kacamata Kalani Wood buatan Anto, yakni setiap unit memiliki pola desain berbeda-beda sesuai dengan corak papan yang digunakan.

Kacamata Kalani Wood dibanderol dengan harga mulai dari Rp 550 ribu sampai Rp 750 ribu. Sedangkan jam tangan dihargai Rp 400-550 ribu. Setiap bulannya, ia mampu memproduksi 25-30 unit kacamata dan memasarkannya ke berbagai daerah.

"Kalau jam tangan kita pakai kulit dari sapi kerja sama dengan UKM lain. Packing juga kerja sama dengan UKM lain," imbuh pria berusia 35 tahun itu.

Untuk menstimulasi perkembangan bisnisnya, Anto mengaku mendapatkan berbagai fasilitas sebagai UMKM binaan BNI. Selain menyerap ilmu dari program pelatihan, ia dapat membawa Kalani Wood beberapa kali mengikuti pameran skala nasional maupun internasional bersama BNI.

Kalani Wood bahkan terpilih sebagai UMKM unggulan BNI dan berkesempatan mengikuti pameran di New York, Amerika Serikat bulan Agustus nanti. "Kalau lolos tahap kurasi bisa berangkat ke sana," kata Anto dengan antusias.

Selain Kalani Wood ada sejumlah UMKM binaan BNI lainnya yang sedang menjalani tahap kurasi untuk berangkat ke New York. Mereka yang masuk nominasi merupakan UMKM yang memiliki produk unik, produksi konsisten, bersifat sociopreneur, dan beberapa di antaranya sering melakukan ekspor.

(prf/ega)