Puteri Indonesia, MPR: Bukan Cuma Cantik Paras tapi Sikap Kebangsaan

Reyhan Diandra - detikNews
Selasa, 03 Mar 2020 16:34 WIB
Puteri Indonesia
Foto: MPR
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengharapkan pemenang dari Puteri Indonesia 2020 agar bisa menjadi Duta Empat Pilar MPR RI. Hal itu ia ungkapkan karena di dalam ajang tersebut selain memberdayakan perempuan, juga dalam pelaksanaannya tidak memandang suku, agama, dan ras sehingga bisa menampilkan keberagaman dari Indonesia.

"Melalui ajang ini kita bisa melihat betapa perempuan Indonesia punya kemampuan luar biasa di bidang akademik, organisasi, maupun karir. Di ajang ini, suku, agama, ras, maupun antar golongan (SARA) ditanggalkan sebagai pembeda, dan justru menjadi penguat bagi mereka menampilkan keanekaragaman Indonesia. Tak salah jika MPR RI kelak turut menjadikan Puteri Indonesia sebagai bagian dari Duta Empat Pilar MPR RI, yang akan mempromosikan empat konsensus dasar bangsa Indonesia yang terdiri dari Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika," ujar Bamsoet yang ditunjuk sebagai dewan juri, dalam keterangannya, Selasa (3/3/20).

Bamsoet melanjutkan, sebelum acara puncak Grand Final Puteri Indonesia 2020 diselenggarakan pada 6 Maret 2020, para finalis terlebih dahulu melewati beberapa tahapan penyisihan, antara lain penjurian Gaun Malam, Puteri Berbakat, dan Modifikasi Pakaian Kedaerahan, yang sudah selesai pada hari Jumat (28/2).

"Melalui modifikasi pakaian kedaerahan yang ditampilkan para finalis, menandakan bahwa ajang ini sangat kental spirit kebangsaannya. Dari sinilah kita bisa melihat betapa kekayaan Indonesia, khususnya di bidang tekstil dan pakaian, sangat luar biasa. Jika bukan kita yang menghargai siapa lagi," ungkap Bamsoet.

Bamsoet menambahkan kehadiran ajang Puteri Indonesia 2020 bisa menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas persamaan gender. Tanpa perlu meninggalkan kodratnya sebagai perempuan maupun kelak jika sudah menjadi seorang ibu.

"Ajang Puteri Indonesia tak semata mencari perempuan Indonesia yang cantik parasnya, namun juga cantik hati, perilaku, pemikiran, dan yang terpenting sikap kebangsaannya. Mengingat bangsa yang maju, dimulai dari perempuan yang cerdas dan tangguh. Karena membangun sebuah bangsa, haruslah dimulai dari membangun perempuannya, yang kelak akan menjadi seorang Ibu sekaligus tiang yang memperkokoh keluarga," pungkas Bamsoet.

Selain Bamsoet, ada juga tokoh-tokoh lain yang turut menjadi dewan juri, antara lain Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Gusti Ayu Bintang, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Tohir, Komisaris Utama PT Garuda Indonesia Triawan Munaf, Ketua Bidang Organisasi Yayasan Puteri Indonesia Kusuma Dewi, Puteri Indonesia 2018 sekaligus Top 20 Miss Universe 2018 Sonia Fergina, dan Miss Universe 2015 Pia Alonzo Wurtzbach.

(mul/ega)