Kunker, Ketua MPR Ingin Papua Jadi Golden Gate Indonesia Timur

Trisyana Kurniasari - detikNews
Selasa, 03 Mar 2020 16:09 WIB
Bambang Soesatyo
Foto: MPR
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo bersama pimpinan MPR RI, DPR RI, dan DPD RI melakukan kunjungan kerja ke berbagai wilayah di Papua. Kegiatan ini sebagai wujud solidaritas dan kepedulian lembaga perwakilan rakyat terhadap saudara sebangsa di Papua.

"MPR RI sebagai lembaga permusyawaratan rakyat yang diisi para anggota DPR RI dan DPD RI sangat concern terhadap pembangunan Papua. Baik dari segi fisik infrastruktur maupun sumber daya manusia, sehingga Papua bisa menjadi golden gate Indonesia bagian timur, sekaligus memperkuat politik luar negeri Indonesia di kawasan Pasifik Selatan, karena menjadi Papua adalah menjadi Indonesia. Begitupun sebaliknya, tak mungkin ada Indonesia tanpa kehadiran Papua," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Selasa (3/3/2020).

Setelah bertemu dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Jayawijaya, Bamsoet juga meninjau pembangunan rumah khusus korban kerusuhan Wamena. Bamsoet menegaskan bahwa pemulihan korban kerusuhan Wamena merupakan prioritas. Infrastruktur publik seperti jalan, pasar, jembatan, serta sarana perumahan warga perlu dipercepat pembangunannnya.

"Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) sebagai leading sector sedang bergerak cepat membangun rumah khusus korban kerusuhan Wamena. Ini merupakan wujud kehadiran negara melindungi tumpah darah Indonesia sebagaimana diamanatkan pembukaan UUD NRI 1945. Dari target 193 unit rumah tipe 36, sudah selesai 20 unit, 10 di antaranya sudah dihuni. Pembangunan dilakukan bekerja sama dengan Zeni TNI-AD dan pengusaha setempat, sehingga turut menggerakkan ekonomi lokal," tutur Bamsoet.

Bamsoet menekankan pentingnya kedamaian di Papua terwujud, tanpa ada gangguan oleh tindakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang meresahkan.

"Selain pendekatan hokum terhadap para pelaku kriminal, yang tak kalah penting untuk segera dilakukan adalah pendekatan kebangsaan melalui peningkatan intensitas dialog. Melibatkan berbagai pihak dari mulai pemerintah pusat, daerah, tokoh agama, dan adat, serta tokoh masyarakat. Diharapkan melalui dialog, akan terbangun jembatan untuk saling membangun kesepahaman. MPR RI FOR PAPUA siap menjadi fasilitatornya," tegas Bamsoet.

Dengan semangat kebangsaan tersebut, Bamsoet menginisiasi penandatanganan prasasti Ikrar Kebangsaan untuk terus berupaya menghadirkan solusi komprehensif untuk masa depan Papua yang berlandaskan keadilan, kesejahteraan dan kebudayaan. Kegiatan ini melibatkan pimpinan MPR RI, DPR RI, DPD RI, bersama MPR FOR PAPUA, serta jajaran Forkopimda.

"Ikrar yang ditandatangani di atas prasasti tak semata sebatas wujud fisik, karena jauh di lubuk hati kita semua, juga sudah terpatri ikrar untuk senantiasa mencintai bangsa dan negara. Membangun Papua adalah membangun Indonesia, menyejahterakan Papua juga menyejahterakan Indonesia," terangnya.

Bamsoet juga mendorong agar dana otonomi khusus (Otsus) Papua dan Papua Barat yang akan berakhir di 2021, diperpanjang atas keputusan politik pemerintah pusat dan DPR RI. Jika ditotal sejak pertama digulirkan di 2002, dana Otsus Papua dan Papua Barat sudah mencapai Rp 126,99 triliun, yang difokuskan untuk peningkatan kesejahteraan, pendidikan dan kesehatan masyarakat Papua.

"Setelah bergulir 18 tahun dana otsus Papua dan 13 tahun dana otsus Papua Barat, pemanfaatannya harus lebih dimaksimal lagi. Setiap tahunnya, total dana Otsus Papua dan Papua Barat selalu ditingkatkan dari sekitar Rp 6,86 triliun pada 2014 menjadi Rp 8,37 triliun untuk Papua Barat. Karenanya evaluasi penting dilakukan, bukan untuk mencari kesalahan melainkan menemukan kemanfaatan. Sehingga dana otsus bisa efektif digunakan untuk kemakmuran masyarakat," paparnya.

Dalam kunjungan tersebut hadir Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel, Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, Wakil Ketua MPR RI Arsul Sani, Wakil Ketua MPR RI Fadel Muhammad, Wakil Ketua DPD RI Sultan Najamudin, Ketua Forum Komunikasi dan Aspirasi MPR RI untuk PAPUA/MPR FOR PAPUA Yorrys Raweyai, dan para anggota DPR dan DPD RI Dapil Papua Barat.

Turut hadir juga Kapolda Papua Paulus Waterpau, Bupati Jayawijaya Jhon Ricard Banua, Wakil Bupati Jayawijaya Martin Yogobi, Ketua DPRD Jayawijaya Mathias Tabuni, serta Komandan Korem 172/PWY Kol Binsar Sianipar.

(mul/mpr)