Mahfud MD: Reshuffle Perlu Pertimbangkan Profesionalitas

Mahfud MD: Reshuffle Perlu Pertimbangkan Profesionalitas

- detikNews
Senin, 05 Des 2005 14:20 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan mengumumkan reshuffle kabinet terbatas malam ini di Yogyakarta. Sejumlah kalangan meminta agar reshuffle itu mempertimbangkan aspek profesionalitas.Demikian disampaikan oleh Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Mahfud MD di sela-sela seminar "Keseimbangan Hak dan Kewajiban dan Kebebasan dengan Tanggung Jawab," di Hotel Nikko, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin (5/12/2005)."Saya setuju adanya reshuffle dengan mempertimbangkan profesionalitas. Artinya orang yang tepat dapat tempat yang tepat bukan pertimbangan politik. Dalam pertimbangan profesionalitas memang tidak harus mengurangi hak-hak parpol. Kalau memang di dalam parpol itu ada orang-orang profesional, kenapa tidak," ujar Mahfud.Dia menegaskan, reshuffle harus orang profesional. Namun kalau ada orang profesional di tubuh parpol maka bisa diambil. Sebab, orang tersebut akan diikat dalam sebuah kontrak dan harus setia kepada negara sebagai pembantu presiden."Tidak akan bias, yang penting profesionalitas. Dan orang itu bisa dilihat dari track-recordnya. Apakah orang itu suka membawa tugas ke parpol atau tidak," ujar dia.Ada penilaian, presiden plin-plan dalam reshuffle, Mahfud menampik hal itu. "Menurut saya presiden bukan plin-plan tapi terlalu hati-hati. Dan memang semua masukan diserap dulu. Itu pengalaman saya bekerja dengan dia. Sebenarnya plin-plan tidak. Tapi kalau mengambil keputusan dia agak lama," terang mantan Menhan semasa pemerintahan Gus Dur tersebut. (san/)


Berita Terkait