Ustaz Abdul Somad dkk Tulis Buku, A Note From Cairo

Rosmha Widiyani - detikNews
Senin, 02 Mar 2020 19:59 WIB
Ustaz Abdul Somad (Muhammad Ilman Nafian/detikcom)
Ustaz Abdul Somad dkk Tulis Buku, A Note From Cairo (Foto : Muhammad Ilman Nafi'an/detikcom)
Jakarta -

Kisah menuntut ilmu di luar negeri, yang tak dialami setiap orang, selalu menarik dikenang meski cerita perjalannya mirip roller coaster. Hal ini juga dialami ulama kondang Ustaz Abdul Somad atau UAS yang sempat kuliah di Universitas Al-Azhar, Mesir, pada 1998.

Berangkat dan pulang dengan rasa bangga, UAS tidak hanya mendapat gelar sarjana usai kuliah di universitas tertua di dunia tersebut. UAS juga mendapat saudara yang merupakan teman seangkatan selama kulian di Al-Azhar. Kisah UAS dan teman-temannya terangkum dalam buku berjudul A Note From Cairo.

"Buku ini keroyokan nulis bareng alumni Al-Azhar tahun 1998 sebanyak 75 orang. Rombongan yang diberi nama kelompok islah ini masing-masing punya cerita. Baru selesai dua bulan lalu setelah itu cetak dan launching," kata Ustaz Abdul Somad saat peluncuran buku di Gedung Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta (UNJ) pada Senin (2/3/2020).

Penulisan dan penyusunan buku sebetulnya tidak menemui kendala teknis yang berarti. Namun setelah kembali ke Indonesia, seluruh anggota kelompok Islah kembali ke daerahnya masing-masing. Setiap orang punya kegiatan dan kesibukan sendiri, yang menjadikan penyusunan buku sedikit menghadapi tantangan.

Dengan kondisi alumni 1998 yang semuanya sibuk dengan aktivitas masing-masing, 'A Note From Cairo' akhirnya selesai digarap. Beberapa anggota islah terlihat muncul muncul di gedung pascasarjana UNJ. Menurut UAS, meski tak bisa bersatu di tempat tertentu Islah bisa bersatu dalam buku.

Kisah yang ditulis dalam buku juga memungkinkan pengalaman selama di Al-Azhar, Mesir, dibaca anak cucu para alumninya. Termasuk orang lain dengan keinginan menuntut ilmu di belahan bumi lain.

"Buku ini penting dibaca semua penuntut ilmu yang meninggalkan orangtua, saudara, dan semua demi menegakkan agama Allah SWT. Saat itu Indonesia krismon atau krisis moneter setelah kita sampai di Mesir. Di buku ini bisa dibaca suka duka belajar dan keinginan menunaikan haji dalam potongan cerita," ujar UAS,

Buku setebal 260 halaman ini, diawali cerita UAS yang excited lolos seleksi beasiswa Al-Azhar pada tahun 1998. Tantangan pertama yang dihadapi UAS adalah minimnya dukungan finansial untuk sampai di Jakarta dan ikut proses selanjutnya.

Namun Alhamdulillah dengan dukungan keluarga, UAS berhasil berangkat ke Jakarta hingga ikut karantina sebelum pergi ke Al-Azhar. Perjalanan itulah yang membentuknya menjadi da'i kondang yang dikenal dan dihormati masyarakat, dengan jamaah melimpah tiap kali ceramah.

Corona Masuk Indonesia, Ini Imbauan JK untuk Warga:

[Gambas:Video 20detik]



(row/erd)