Ical Klaim Sudah Jalankan 5 Resep Boediono

Ical Klaim Sudah Jalankan 5 Resep Boediono

- detikNews
Senin, 05 Des 2005 11:59 WIB
Jakarta - Lima resep Boediono disambut hangat Menko Perekonomian Aburizal Bakrie. Dia mengklaim tim ekonomi yang dikomandaninya telah menjalankan resep yang disodorkan mantan Menkeu era Megawati tersebut."Semua sudah kita laksanakan, Kabinet Indonesia Bersatu sudah melakukan. Saya sepakat dengan Pak Boediono mengenai masalah kedua, yaitu tim ekonomi harus didukung penuh presiden," kata pria yang kerap disapa Ical ini.Hal ini disampaikan dia sebelum sebelum rapat dengan DPD di Gedung DPR/MPR, Senayan, Senin (5/12/2005).Seperti diberitakan, Boediono menawarkan 5 resep untuk menjaga stabilitas perekonomian Indonesia untuk mengolah perekonomian Indonesia.Kelima resep tersebut adalah:1. Mewaspadai disharmonisasi politik dan ekonomi.Menurut Boediono, kinerja ekonomi bisa terwujud apabila iklim politik mendukung. Sementara demokrasi dapat menghasilkan prestasi ekonomi apabila dapat menyelesaikan shortermism, over politisasi proses kebijakan dan inkoherensi dalam merespons krisis.2. Diperlukan tim ekonomi yang kompak dan kompeten."Sebab kunci keberhasilan ekonomi salah satunya adalah adanya tim ekonomi yang solid yang didukung secara penuh oleh presiden," ujar Boediono.3. Perlu ada strategi dasar yang koheren.Dari pengalaman di masa Orba, strategi dasarnya meliputi mainstream ekonomi yang terdiri dari kebijakan fiskal dan moneter yang hati-hati, kebijakan perdagangan dan investasi yang terbuka dan prioritas hak Indonesia, seperti pertanian, kebutuhan dasar, program kependudukan dan transmigrasi.Boediono melihat saat ini belum ada strategi yang serupa. "Dan itu bergantung pada kejernihan visi pemerintah dan kemampuan teknokratisnya dalam menerjemahkan ide menjadi kebijakan operasional," paparnya.4. Never take for granted stability and the budget.APBN yang sehat adalah kunci stabilitas politik dan ekonomi jangka panjang. "Untuk itu kuncinya adalah defisit APBN dan beban utang yang selalu dalam batas aman ditambah adanya reformasi kelembagaan yang terdiri dari budget rule, tax and budget adminsitration reform dan efektif gap," urainya.5. Memberi prioritas tinggi pada pembangunan institusi plus governance. "Karena itu perlu dilakukan reformasi di bidang hukum dan birokrasi," ujarnya.Tak Harus Jadi MenteriDi mata Ical, mengabdi pada negara tidak harus menjabat sebagai menteri Kabinet Indonesia Bersatu. Dia pun mengaku belum mengetahui posisi baru yang bakal diembannya."Tidak menjadi masalah, pengabdian masih jalan terus di mana pun bidang berada. Tidak perlu harus menjadi menteri. Saya kira tidak masalah ditempatkan di mana saja. Jadi wartawan, pengusaha, tetap harus mengabdi pada bangsa ini," kata pria yang kerap disapa Ical.Apakah setuju makro dan mikro ekonomi dipisah? "Saya kira dijadikan satu juga tidak masalahkan," jawab Ical.Seperti diberitakan, Ical disebut-sebut salah satu menteri yang bakal digusur dari jabatannya. Dia bakal menggantikan posisi Alwi Shihab menjadi Menko Kesra. (aan/)


Berita Terkait