ADVERTISEMENT

Masker Diborong Usai WNI Terkena Corona, Awas Penimbun Bisa Dibui 5 Tahun!

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Senin, 02 Mar 2020 17:55 WIB
Warga buru masker virus corona
Warga berburu masker untuk mencegah penyebaran Corona. (Arbi Anugrah/detikcom)
Jakarta -

Dua warga Depok, Jawa Barat, telah dinyatakan positif terkena virus Corona. Warga berbondong-bondong memborong masker untuk pencegahan. Harga masker pun melonjak. Namun, perlu diingat, ada sanksi pidana bagi penimbun barang.

Sebagaimana diketahui, beberapa tempat penjual masker langsung diserbu oleh pembeli usai ada pengumuman positif Corona. Salah satunya di Pasar Pramuka, Matraman, Jakarta Timur, Pusat Alat Kesehatan dan Toko Obat yang berada di lantai dasar dan lantai 1 Pasar Pramuka ramai dikunjungi warga. Terlihat mereka membeli beberapa boks masker.

Seorang pedagang masker di Pasar Pramuka menyebut stok masker tiga layer mulai menipis semenjak pemberitaan mengenai Corona. Bahkan salah satu toko sempat menyebabkan antrean panjang di Pasar Pramuka. Selain membeli masker, mayoritas masyarakat membeli disinfektan sebagai bentuk pencegahan virus Corona.

Namun, perlu diingat, dalam situasi seperti, ini masker tidak boleh ditimbun. Apalagi jika semakin langka. Barangsiapa yang berusaha menimbun masker demi meraup keuntungan, sanksi pidana telah menanti. Hal ini diatur dalam UU No 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan. Begini bunyi pasalnya:

Pasal 107
Pelaku Usaha yang menyimpan Barang kebutuhan pokok dan/atau Barang penting dalam jumlah dan waktu tertentu pada saat dan/atau terjadi hambatan kelangkaan lalu Barang, lintas gejolak Perdagangan harga, Barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah).

Mengapa Warga Depok yang Positif Corona Dirawat di RSPI Sulianti Saroso?:



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT