Ridwan Kamil Sebut Banjir Terdampak Sungai Citarum Berkurang Drastis

Muhammad Ilman Nafi'an - detikNews
Senin, 02 Mar 2020 15:12 WIB
FGD Mencari Solusi Penanganan Banjir di Jakarta dan Sekitarnya di Gedung BNPB. (Foto: Ilman/detikcom)
Foto: FGD Mencari Solusi Penanganan Banjir di Jakarta dan Sekitarnya di Gedung BNPB. (Foto: Ilman/detikcom)
Jakarta -

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyebut wilayah yang terdampak banjir akibat luapan Sungai Citarum kini berkurang drastis. Menurutnya, pada 2020 ini wilayah yang terdampak dari luapan Sungai Citarum sejauh 80 hektar.

"Di Citarum ini masih banjir. Tapi volumenya turun drastis. Pertahun ini hingga 80 hektar yang biasanya 500 hektar (terdampak)," ujar Ridwan Kamil dalam paparannya di acara FGD Mencari Solusi Penanganan Banjir di Jakarta dan Sekitarnya di Gedung BNPB, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Senin (2/3/2020).

Pria yang akrab disapa Kang Emil ini menerangkan, penurunan jumlah terdampak banjir itu dikarenakan telah selesainya pembangunan danau retensi, Terowongan Nanjung, Bandung, Jawa Barat. "Bicara ilmiah maka terjadi penurunan (wilayah terdampak banjir karena) danau retensi selesai, Terowongan Nanjung sudah," ucap Kang Emil.

Selain itu, Kang Emil juga berharap dampak banjir Sungai Citarum akan semakin berkurang ketika Bendungan Sukamahi dan Ciawi selesai dibangun. Meski demikian, Kang Emil menyebut dengan hadirnya dua bendungan yang akan selesai pada akhir 2020 ini hanya hanya akan mengurangi dampak banjir sebanyak 30 persen.

"Bendungan Sukamahi dan Ciawi, InshaAllah mau akhir tahun ini bendungan ini selesai. Itu kalau selesai tidak menjamin 100 persen air terkendali, perhitungan 30 persen dari dua bendungan yang triliun itu mengurangi. Makanya bahasa saya mengurangi kalau menghilangkan takabur," kata dia.

Kang Emil kemudian menyebut status Sungai Citarum saat ini sudah menjadi cemar sedang yang mulanya ditetapkan sebagai cemar berat. Menurutnya, membaiknya kondisi Sungai Citarum berkat kerja keras bersama, mulai dari komunitas,TNI-Polri, Kementerian dan Lembaga.

"Citarum ini sungai utama di Jawa Barat, kita yang gabung (bersih-bersih) jumlah komunitas lebih 200 komunitas. Kita juga libatkan juga TNI, Polri sehingga hasilnya luar biasa dari cemar berat menjadi cemar sedang," kata Kang Emil.

Tonton juga Bikin Banjir, Kang Emil Setuju Proyek Kereta Cepat Disetop :

[Gambas:Video 20detik]

(mae/mae)