Sidang Kasus Korupsi Wawan

Jaksa Telusuri Pembelian Toyota Vellfire di Sidang Wawan

Faiq Hidayat - detikNews
Senin, 02 Mar 2020 13:34 WIB
Suasana persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta (Foto: Faiq Hidayat/detikcom)
Suasana persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta (Foto: Faiq Hidayat/detikcom)
Jakarta -

Pembelian mobil Toyota Vellfire yang dilakukan Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan ditelusuri jaksa dari sejumlah saksi. Mobil itu diduga diberikan ke Jennifer Dunn.

Awalnya jaksa KPK Roy Riadi mengajukan pertanyaan pada seorang saksi bernama Jimmy Hermawan Wijaya. Dia merupakan Direktur Utama PT Duta Motor yang merupakan perusahaan dealer mobil.

"Tahun 2013 ada (pembelian) Toyota Vellfire warna putih, kondisi baru, (harga) Rp 910 juta. Cara bayar cash ini, Pak?" tanya jaksa pada Jimmy dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Raya, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2020).

"Betul," jawab Jimmy.

"Ini atas nama siap?" tanya jaksa lagi.

"Pribadi, Pak Wawan," jawab Jimmy.

"Ada atas nama Jennifer?" tanya jaksa kembali.

"Ada. Toyota Vellfire," ucap dia.

Namun Jimmy mengaku tidak tahu siapa Jennifer yang dimaksud. Jaksa lantas memperjelas bila yang dimaksud adalah Jennifer Dunn. Lantas, Wawan memberikan tanggapan bila persoalan pembelian mobil itu tidak semata-mata secara pribadi. Wawan mengaku memiliki production house (PH) bersama aktor Irwansyah dan pembelian mobil itu berkaitan dengan PH itu.

"Tahu nggak kalau saya punya PH sama artis Irwansyah? Ini nggak ngasih begitu saja, cuma karena berita seakan-akan saya kasih-kasih artis," kata Wawan.

Dalam surat dakwaan Wawan, jaksa menyebut Wawan membelikan mobil untuk Jennifer Dunn. Mobil yang dibeli merk Toyota Vellfire Z 2.4 AT tahun 2013 warna putih. Wawan membeli mobil itu dari dealer di Pecenongan, Jakarta Pusat. Mobil itu dibayar secara tunai dengan bilyet giro sebesar Rp 910 juta.

Sidang ini Wawan duduk sebagai terdakwa. Komisaris Utama PT Balipasific Pragama (BPP) itu didakwa merugikan negara terkait pengadaan alkes di Banten dan Tangsel serta tindak pidana pencucian uang (TPPU).

(fai/dhn)