Kebablasan, Rencana Polri Ambil Sidik Jari Murid Pesantren

Kebablasan, Rencana Polri Ambil Sidik Jari Murid Pesantren

- detikNews
Senin, 05 Des 2005 10:25 WIB
Jakarta - Rencana polisi mengambil sidik jari alumni dan murid pesantren dinilai sebagai langkah yang kebablasan. Rencana itu pun diyakini akan menimbulkan keresahan para alumni dan murid pesantren."Sikap polisi yang akan mengambil sidik jari murid pesantren bisa kontraproduktif dan menimbulkan keresahan jika diteruskan," kata Wakil Ketua Komisi III DPR RI Almuzammil Yusuf kepada detikcom, di Jakarta, Senin (5/12/2005). Dalam pandangannya sikap polisi yang hanya mengambil sidik jari alumni dan para santri dianggap diskriminatif. Bahkan dikhawatirkan hal itu bisa menimbulkan keresahan yang lebih luas. "Jangan-jangan sebentar lagi akan ada sidik jari orang yang rajin salat ke masjid dan yang rajin baca Al Quran," imbuhnya.Kalau alasan sidik jari karena beberapa pelaku bom dari pesantren, maka polisi perlu memeriksa pula para lulusan Inggris dan Australia dan juga para dosen kampus-kampus umum. Sebab, Azahari adalah lulusan Inggris dan Australia dan juga dosen kampus umum.Akan lebih produktif jika polisi menjadikan para khatib, kiai dan ustadz sebagai mitra yang diminnta untuk menjelaskan konsep Islam yang rahmatanlil 'alamin kepada publik. Ada pun pemeriksaan ketat hanya pada lingkaran terdekat pelaku, organisasi, dan lembaga yang sudah terindikasi terlibat. (san/)


Berita Terkait