Kemenkes: 2 WNI ABK Diamond Princess yang Sembuh dari Corona Ikut Pulang ke RI

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Senin, 02 Mar 2020 05:54 WIB
Achmad Yurianto, Sekretaris di Setdiitjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes
Sesditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, dr Achmad Yurianto (Foto: Agus Dwi Nugroho/20detik)
Jakarta -

Sebanyak 69 WNI anak buah kapal (ABK) Diamond Princess telah tiba di Indonesia dan harus diobservasi di Pulau Sebaru. Dari 69 ABK tersebut, dua di antaranya sempat dinyatakan positif virus Corona namun telah dinyatakan sembuh.

"Iya sembuh, berarti dua (orang) ya, yang sudah sembuh dua ya. Kan awalnya sembilan itu yang sakit (positif Corona), satu sembuh. Terus sekarang satu lagi sembuh. Iya, ikut pulang bareng-bareng," Sesditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, dr Achmad Yurianto, kepada wartawan, Minggu (1/3/2020).

Tidak ada perlakuan berbeda yang diberikan kepada dua WNI ABK Diamond Princess yang sembuh dari Corona ini. Yuri menegaskan keduanya telah menjalani dua kali pemeriksaan dan hasilnya dinyatakan negatif.

"Awalnya positif, setelah dirawat mereka menjadi negatif, bahkan dua kali periksa (hasilnya) negatif. Berarti kan sama dengan yang lainnya," jelas Yuri.

WNI ABK Diamond Princess yang masih dinyatakan positif Corona tidak diperbolehkan untuk pulang ke Indonesia dan harus menjalani perawatan di Jepang. Yuri menyatakan semua WNI ABK Diamond Princess yang tiba pada Minggu (1/3) kemarin telah dinyatakan sehat.

"Jadi yang tidak pulang itu adalah yang masih sakit, dan yang dua orang ABK yang sudah memutuskan memang tidak pulang," ujar Yuri.

"Iya (ABK yang pulang dinyatakan sehat), kalau nggak negatif (Corona) kan nggak boleh pulang," imbuhnya.

Para WNI ABK Diamond Princess diharuskan menjalani 28 hari masa observasi. Karena sudah diobservasi 14 hari di kapal, 69 WNI ABK Diamond Princess selanjutnya akan menjalani 14 hari kedua masa observasi di Pulau Sebaru.

"Yang (ABK) Diamond Princess juga sudah (diobervasi) 14 hari di kapal, dilaksanakan di Yokohama, hasilnya sudah ada, semua negatif. Begitu sampai sini kita periksa lagi untuk masuk ke 14 hari yang kedua," ujar Yuri.

(azr/dwia)