Penebangan Pohon Monas Rusak Lingkungan? Analisis Ahli Bakal Menentukan

Danu Damarjati - detikNews
Minggu, 01 Mar 2020 15:06 WIB
Gelondongan pohon tebangan revitalisasi Monas. (Dok Tim Asistensi Komrah Kawasan Medan Merdeka)
Gelondongan pohon tebangan revitalisasi Monas. (Dok Tim Asistensi Komrah Kawasan Medan Merdeka)
Jakarta -

Telah ditemukan puluhan gelondongan kayu sisa penebangan revitalisasi Monas di bagian dalam kawasan proyek pusat Jakarta itu. Apakah penebangan pepohonan itu merusak lingkungan dan melanggar hukum?

Tim Asistensi Komisi Pengarah (Komrah) kawasan Medan Merdeka Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sudah turun ke lapangan untuk menginvestigasi, pada Rabu (26/2) kemarin. Kini hasil investigasi masih dianalisis di laboratorium independen di Bogor, Jawa Barat.

"Sekarang prosesnya juga masuk ke laboratorium independen di Bogor untuk dilakukan proses analisis terhadap sampel yang kami ambil," kata anggota Tim Asistensi Komrah KLHK Bambang Hero Saharjo, kepada wartawan, Minggu (1/3/2020).

Saat menginvestigasi revitalisasi Monas, tim menemukan sisa pepohonan di dua titik. Di titik pertama yakni di dekat rusa. Di situ ada enam batang pohon dengan akarnya. Di titik kedua, ada 46 pohon yang ditemukan sudah dalam bentuk gelondongan tanpa akar alias ditebang, bukan dipindahkan. Total pohon di kawasan Monas yang kena revitalisasi sendiri ada 191 pohon, pihak Pemerintah Provinsi DKI mengatakan dari 191 pohon itu ada 85 yang dipindah, alias tidak ditebang.

"Kemarin Rabu (26/2), kami memastikan betul tidak terjadi penebangan itu. Ternyata penebangan itu betul terjadi," kata Bambang.

Simak Video "Komisi Pengarah Tinjau Proyek Revitalisasi Monas, Cek Ada Tidaknya Perusakan"

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2 3