115 Warga Dipantau soal Corona di DKI, PKS Minta Pemerintah Tanggap Darurat

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Minggu, 01 Mar 2020 14:46 WIB
Patung Selamat Datang
Patung Selamat Datang (ari/detikcom)
Jakarta -

Anggota Komisi VIII DPR Bukhori Yusuf meminta pemerintah melakukan tanggap darurat terkait pernyataan Gubernur DKI Jakarta bahwa ada 115 warga yang dipantau di Ibu Kota terkait virus Corona. PKS juga meminta pemerintah mendalami hasil uji spesimen Corona.

"Itu yang kami dorong agar pemerintah ini memiliki politik menangani ini bukan hanya politik secara manual, tetapi ini adalah situasi genting, darurat. Lah memperlakukan situasi yang genting dan normal itu berbeda," ujar Bukhori di Upnormal, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Minggu (1/3/2020).

Politikus PKS itu mengatakan pemerintah seharusnya tidak hanya melakukan pendalaman pada suspect Corona. Namun dia meminta dilakukan deteksi dini terhadap orang yang memiliki riwayat perjalanan ke negara yang terjangkit Corona.

"Sehingga cara kita melalukan tidak hanya melakukan pendalaman terhadap orang-orang supect atau diduga kena virus itu.
Tetapi lebih dari itu, ada early detection," jelas dia.

Bukhori berharap Indonesia senantiasa terbebas dari penyebaran virus Corona. Namun jangan sampai pemerintah lengah dan menimbulkan bahaya bagi masyarakat.

"Kita tidak berharap Indonesia secara keseluruhan terjangkit Corona. Tetapi jangan sampai dengan adanya politik penanganan kita yang sifatnya masih sangat biasa ini, itu nanti akan justru akan menjadi bom waktu," tutur Bukhori.

Bukhori berharap pernyataan Gubernur DKI Jakarta itu tidak dipolitisasi. Dia menyebut pemerintah perlu melakukan penanganan lebih cepat dan tanggap darurat.

"Kita tidak ingin membawa persoalan ini kepada persoalan politik. Tetapi kita ingin mendorong politik pemerintah dalam menanganinya supaya politik kedaruratan. Tidak biasa, misalnya menyatukan semua lembaga riset khusus mendeteksi masalah Corona. Ketiga adalah presiden mengambil alih," kata dia.

Bukhori mengatakan data yang dipaparkan Anies itu masih dalam bentuk dugaan. Dia kemudian mendorong agar ada riset secara mendalam terkait kasus itu.

"Data yang di pemerintah DKI ini kan baru diduga makanya harusnya nanti cara memperlakukannya tidak kemudian dilakukan ada betul diyakinkan virus Corona atau tidak. Tapi ada riset balik. Sehingga dipastikan betul, tidak hanya memantau," pungkasnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, dalam kurun satu bulan, ada 115 orang dalam pemantauan terkait virus Corona COVID-19. Selain itu, Dinas Kesehatan DKI Jakarta tengah mengawasi 32 orang terkait virus mematikan ini.

"Sekarang saya bicara Corona. Ada beberapa hal, sampai saat ini, selama satu bulan lebih di DKI ada 115 orang yang dalam pemantauan dan ada 32 orang pasien dalam pengawasan. Ini semua mengikuti kriteria yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan," ujar Anies di sela acara HUT Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Keselamatan (Gulkarmat) Provinsi DKI Jakarta ke-101, Jakarta Pusat, Minggu (1/3).

(lir/asp)