80% Orang RI Hidup Bersama Ayam, Flu Burung Susah Dibasmi

80% Orang RI Hidup Bersama Ayam, Flu Burung Susah Dibasmi

- detikNews
Senin, 05 Des 2005 09:27 WIB
Jakarta - Meski pemberitaannya tidak seheboh dulu, namun flu burung hingga kini masih mendera Indonesia. Badan Kesehatan Dunia alias WHO, menilai sungguh sulit menanggulangi penyakit mematikan ini di negeri ini."Situasi dasar di Indonesia tidak baik untuk menanggulangi penyakit seperti ini, baik dari sisi hewannya (unggas) atau pun manusianya," kata Georg Peterson, wakil WHO di Jakarta seperti dirilis Bloomberg."80 persen penduduk tinggal berdekatan dengan ayam, tentu ini adalah sebuah risiko," sambungnya.Alasan itu masuk akal. Ayam bukanlah hewan yang sulit ditemui di negeri ini. Nyaris setiap rumah memiliki hewan peliharaan ayam. Ayam-ayam ini, bahkan dibiarkan berkeliaran. Selain ayam, orang Indonesia sangat suka memelihara burung. Burung dara juga dibiarkan beterbangan ke segala penjuru arah.Dalam pertemuan otoritas kesehatan di seluruh dunia di Jenewa pada 9 November lalu, dinyatakan bahwa dibutuhkan sedikitnya 80 juta dolar AS untuk menanggulangi wabah flu burung di seluruh dunia. Dan dana itu membengkak 1 miliar dolar AS pada tiga tahun ke depan.Sedangkan pejabat Indonesia menyatakan, dibutuhkan 130 juta dolar untuk mencegah penyebaran virus avian influenza di kalangan unggas di dalama negeri. Meskipun banyak uang digelontorkan, namun itu takkan mudah. Pasalnya, penduduk dan ayam-ayam tinggal berdekatan, ditambah dengan penyebaran avian influenza antara unggas liar dan ternak. Ini menciptakan lingkungan yang penuh racun.Sebagai informasi, hingga 1 Desember 2005, RS Sulianti Saroso telah merawat 82 pasien. 14 Di antaranya meninggal dunia. Dan delapan di antaranya telah dinyatakan konfirmed flu burung. (nrl/)


Berita Terkait