Anies Sebut 115 Warga di DKI Dipantau Terkait Corona, Apa Maksudnya?

Muhammad Ilman Nafi'an - detikNews
Minggu, 01 Mar 2020 12:42 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hadir dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi X di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (27/2/2020). Rapat membahas revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM).
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut ada 115 warga di Ibu Kota yang dipantau terkait virus Corona. Ada juga 32 pasien yang tengah diawasi. Lantas, apa maksud kedua istilah ini?

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Anung Sugihantono menjelaskan yang dimaksud orang dalam pemantauan itu memiliki gejala seperti terjangkit virus Corona. Orang tersebut juga memiliki riwayat pernah pergi ke negara terinfeksi virus Corona, seperti China, Singapura, Malaysia, Korea Selatan, dan Jepang.

"Kalau kamu ada pilek sekarang, kalau kamu badannya hangat, kemudian kamu pernah ke tempat yang punya riwayat infeksi saya masukkan orang dalam pemantauan. Kamu pulang dari China, Malaysia, kamu pulang dari Singapura yang sudah terinfeksi kamu saya masukkan ke orang dalam pemantauan," kata Anung saat dihubungi, Minggu (1/3/2020).

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Anung Sugihantono.Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Anung Sugihantono. (Andhika/detikcom)

Sementara itu, orang yang masuk pengawasan adalah orang yang gejalanya bertambah dengan adanya sesak napas. Apabila memiliki gejala tersebut, mereka akan dibawa ke rumah sakit dan diisolasi.

"Kalau orang pasien dalam pengawasan itu kamu nambah sesak napas, sehingga kamu saya bawa ke rumah sakit. Kamu saya taruh di ruang isolasi. Swap-nya yang diambil itu, statusnya pasien dalam pengawasan," kata Anung.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3