Jalan Panjang dan Berliku Pemulangan Jenazah Yus Yunus ke Polman Sulbar

Abdy Febriady - detikNews
Sabtu, 29 Feb 2020 20:57 WIB
Yus Yunus
Keluarga Yus Yunus (Abdy/detikcom)
Jakarta -

Kematian Yus Yunus (25 tahun), warga Dusun Taramanu, Desa Sumberjo, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), akibat penganiayaan sekelompok warga di Kabupaten Dogiyai, Papua, Minggu, (23/2), masih menjadi perhatian publik.

Kisah pilu meninggalnya korban, yang dituding menabrak seekor babi dan warga setempat hingga tewas, dirasakan juga keluarga saat proses pemulangan jenazah almarhum Yus Yunus ke kampung halamannya di Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Lika-liku yang dihadapi sejak dari Papua sampai tiba di Polewali Mandar diungkapkan Hasriani (29 tahun), kakak almarhum, kepada wartawan yang menyambangi rumah duka di Dusun Taramanu, Desa Sumberjo, Kecamatan Wonomulyo, Sabtu (29/2/20).

Minggu siang, sekitar pukul 14.00 WIT, Hasriani baru saja tiba di Rumah Sakit Paniai, Papua, tempatnya bekerja sebagai bidan sejak beberapa tahun lalu. Hasriani menerima telepon yang mengabarkan bahwa adiknya, Yus Yunus, meninggal dunia karena kecelakaan.

"Waktu itu saya tidak langsung percaya. Makanya saya mencoba mencari tahu kebenaran informasi itu dengan menghubungi istrinya (Nila Rahmawati). Namun saat itu dia mengatakan suaminya baik-baik saja. Apalagi, sebelumnya, Yus Yunus memang sempat memberi kabar kepada sang istri bahwa di jalan yang dia lalui terjadi kecelakaan," tutur Hasriani.

Tapi Hasriani seolah dihantui rasa khawatir, sehingga berinisiatif mencari tahu kabar kematian Yus Yunus melalui sejumlah rekan dan teman almarhum sesama sopir truk. "Saya telepon mereka untuk mencari tahu kebenaran informasi kematian adik saya. Hingga saya dapat kabar bahwa memang adik saya meninggal," ungkapnya.