Keren! Siswa 13 Tahun DKI Ini Taklukkan Puncak Gunung Tertinggi Afrika

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 29 Feb 2020 15:06 WIB
Pelajar 13 tahun pecahkan rekor MURI
Pelajar 13 tahun asal Jakarta menaklukkan puncak Gunung Kilimanjaro. (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Dua kelompok siswa pencinta alam di Jakarta dianugerahi penghargaan oleh Museum Rekor Dunia-Indonesia (Muri). Mereka memecahkan rekor sebagai tim pelajar Indonesia pertama yang berhasil mencapai puncak gunung tertinggi di Eropa dan Afrika.

Pemecahan rekor Muri pertama dilakukan kelompok pencinta alam SMA 68 DKI Jakarta (ELPALA SMAN 68), setelah berhasil mencapai puncak Gunung Elbrus, Rusia, pada 17 Agustus 2018. Ada empat siswa yang tergabung dalam tim tersebut, yakni Geas Aldino, Ryan Muhammad, Salsa Khusnus, dan Timothy Jonathan.

Sedangkan penghargaan Muri kedua diserahkan kepada dua pelajar dari SMP dan SMA BPK Penabur Kelapa Gading, Jakarta Utara, yakni Matthew Richard dan Jonathan Philip. Keduanya memecahkan rekor Muri sebagai pelajar bersaudara termuda yang berhasil mendaki puncak Gunung Kilimanjaro, Tanzania, yang dilakukan pada 17 Maret 2019. Saat itu Matthew berusia 15 tahun 9 bulan 21 hari dan Jonathan berusia 13 tahun 9 bulan 3 hari.

Salah seorang pelajar dari SMA 68, Ryan Muhammad, menceritakan bagaimana sulitnya mendaki Gunung Elbrus, yang masuk ke dalam tujuh puncak gunung tertinggi di dunia. Sedangkan ia tak boleh mengalami kedinginan akut.

"Jadi kendalanya tubuh belum beradaptasi, dan yang paling berasa itu pas sampai puncak, karena oksigennya tipis sehingga benar-benar bikin ngantuk banget, lemas, dan menyerang mental. Tapi kan selama pendakian nggak boleh tidur karena bisa hipotermia," papar Ryan, Sabtu (29/2/2020).

Ryan bangga atas penghargaan yang diberikan Muri. Sebab, segala usahanya telah terbayarkan. Penghargaan Muri itu langsung diberikan oleh pendiri Muri Jaya Suprana di Mall of Indonesia, Kelapa Gading, Jakut.

"Yang pasti bangga banget, karena sudah membanggakan ELPALA, sudah membanggakan keluarga dan sekolah. Dan yang paling penting semua itu sudah dibayarkan dengan usaha yang benar-benar keras, pokoknya semuanya sudah terbayarkan dan tercapai," ujar Ryan.

Ryan tak lupa mengucapkan rasa terima kasihnya kepada para senior pencinta alam SMA 68. Sebab, para senior kerap mendampingi dalam setiap aktivitas.

"Tanpa para pendiri, ELPALA nggak mungkin ada hingga sekarang. Pendirinya ada lima, yaitu Dar Edi Yoga, Tommy PK, Eka Bama Putra, almarhum Beni Pranoto, dan Bambang Anto Gunawan. Dan salah satu pendiri Dar Edi Yoga selalu mendampingi ELPALA setiap melakukan pendakian ke Kilimanjaro, Carstens, dan Elbrus," jelas Ryan.

"Yang pasti harapan paling utama adalah jangan ngecewain sekolah, apalagi ELPALA, yang pasti jangan berhenti berprestasi kalau bisa selalu membanggakan ELPALA dan sekolah. Yang pasti penghargaan ini prestise banget," tambahnya Ryan.

Sementara itu, Matthew Richard tak menyangka mendapatkan penghargaan dari Muri. Tak lupa ia menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Jaya Suprana.

"Nggak nyangka banget bisa dapat penghargaan ini. Pertama, aku ucapin kepada Mama-Papa, juga kepada pelatih. Merekalah yang telah memberikan motivasi bahwa kami harus perhatian dengan badan sendiri dan jangan pernah maksain naik maupun turun dari gunung," jelas Matthew.

"Hebat banget Pak Jaya Suprana yang sangat menghargai prestasi orang. Kan sebelum ada dia nggak ada buat Indonesia baik, jadi orang-orang Indonesia seakan dihargai, dan lebih termotivasi membuat rekor-rekor baru," tandasnya.

(rfs/jbr)