PA 212-FPI Demo Kedubes India 6 Maret, Kutuk Kekerasan terhadap Muslim

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 29 Feb 2020 10:54 WIB
Massa FPI dan GNPF MUI berkumpul di Masjid Al-Azhar sebelum bergerak ke Polda Metro. Mereka membawa bendera hingga boneka yang memakai ikat kepala berlafaz Alquran.
Ilustrasi massa FPI (Rengga Sancaya/detikcom)

Kerusuhan tersebut berawal pada Minggu (23/2) dengan aksi-aksi protes terhadap UU kewarganegaraan, yang dijuluki undang-undang 'antimuslim', yang telah memicu protes nasional, khususnya di kalangan muslim.

Namun aksi protes itu kemudian berubah menjadi kerusuhan antara warga muslim dan Hindu pada Senin (24/2) dan Selasa (25/2). Kerusuhan diperparah oleh adanya para perusuh yang bersenjata pedang, batu, bahkan senjata api.

Kerusuhan di ibu kota India berpenduduk sekitar 20 juta jiwa itu meninggalkan jejak kehancuran setelah massa membakar kendaraan-kendaraan dan bangunan-bangunan. Otoritas di New Delhi telah mendatangkan tambahan polisi antihuru-hara dan paramiliter ke ibu kota India itu untuk bersiap jika kembali terjadi kerusuhan.

Aksi-aksi protes telah berlangsung di India sejak UU kewarganegaraan disahkan pada Desember 2019. Setidaknya 30 orang tewas dalam bentrokan antara para polisi dan demonstran, yang sebagian besar terjadi di negara bagian Uttar Pradesh, India utara.

Sementara itu, Duta Besar India untuk Indonesia Pradeep Kumar Rawat menemui Menko Polhukam Mahfud Md. Dalam kunjungannya tersebut, dia membahas soal situasi keamanan terkini di India.

"Kami berdiskusi soal keamanan Indonesia-India. Kami juga sedang mendiskusikan tentang holding of second round of India-Indonesia dialogue. Karena alasan itu, saya datang ke sini," kata Pradeep di Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (28/2).

"Dan kalian tahu hari ini India dan Indonesia memiliki hubungan yang vibrant & diverse dalam hal budaya, pendidikan, politik, dan keamanan. Maka dari itu Menko Polhukam juga membawahi banyak bidang jadi akan ada banyak isu yang dibicarakan," lanjutnya.

Pradeep juga menuturkan kondisi di India saat ini dalam kondisi aman. Sebelumnya, terjadi konflik sektarian di India setelah warga Hindu dan muslim terlibat bentrokan.

"India sangat damai. Dan sampai sekarang situasi di India masih undercontrol (aman)," tuturnya.

Halaman

(knv/jbr)