ADVERTISEMENT

Cegah Illegal Fishing di Natuna, KKP Buat 2 Kapal Pengawas

Nurcholis Ma'arif - detikNews
Jumat, 28 Feb 2020 21:49 WIB
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Foto: Kementerian Kelautan dan Perikanan
Jakarta -

Dua kapal pengawas perikanan tipe C milik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mulai dibangun per hari ini di Batam. Kedua kapal tersebut dibuat untuk memperkuat armada pengawasan di wilayah barat, yaitu di laut Natuna Utara dan Selat Malaka.

"Kapal Pengawas Perikanan tipe C ini mulai dibangun hari ini dan diharapkan akan selesai dalam 300 hari ke depan," ungkap Direktur Pemantauan dan Operasi Armada KKP Ipung Nugroho Saksosno dalam keterangannya, Jumat (28/2/2020).

Hal itu dikatakannya saat melaksanakan keel laying (peletakan lunas) di Batam hari ini. Keel laying ini menandai dimulainya proses pembuatan kapal pengawas tipe C yang dikenal lincah dalam bermanuver ini.

Ipung menjelaskan pembangunan dua kapal baru ini menunjukkan komitmen kuat dari Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dalam memberantas illegal fishing dan melindungi nelayan Indonesia.

"Bapak Menteri Kelautan dan Perikanan selalu menyampaikan bahwa tidak ada kata kompromi untuk pelaku illegal fishing. Kedua kapal ini akan berada di garis terdepan untuk menjaga kedaulatan pengelolaan perikanan kita," ujarnya.

Kapal pengawas tipe C merupakan kapal pengawas yang memiliki Length Over All (LOA) 32 meter. Kapal ini memiliki keunggulan dalam hal kecepatan yang dapat mencapai 30 knot dan kegesitan dalam melakukan olah gerak atau manuver.

Oleh sebab itu, kata Ipung, kapal pengawas tipe ini memiliki kemampuan intercept yang baik dan merupakan kapal pemburu. Tak ayal kapal tipe ini banyak menjadi momok bagi para pelaku illegal fishing di perairan Indonesia.

Meskipun memiliki spesifikasi dan keunggulan tersebut, kapal pengawas ini ternyata didesain dan dikerjakan sendiri 100% oleh industri dalam negeri.

Diungkapkan Ipung, saat ini proses pembangunan kapal ini dilakukan di galangan PT. Palindo Marine Batam dan diharapkan selesai dalam waktu 10 bulan. Selanjutnya kedua kapal akan dioperasikan masing-masing di bawah Pangkalan PSDKP Batam dan Stasiun PSDKP Pontianak.

"Kapal ini didesain dan pekerjanya 100% putera-puteri terbaik bangsa Indonesia, ini karya anak-anak Indonesia," tutup Ipung.

Sebagai informasi, saat ini Kementerian Kelautan dan Perikanan telah memiliki total 34 unit Kapal Pengawas Perikanan terdiri dari empat Kapal Pengawas tipe A dengan panjang lebih dari 50 meter, dua unit Kapal Pengawas tipe B dengan panjang 40-50 meter, sepuluh unit Kapal Pengawas tipe C dengan panjang 30-40 meter, dan tiga belas unit tipe D dan lima unit tipe E.

(mul/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT