PUPR: 71 Titik Banjir di Jakarta Disebabkan Drainase Tak Berfungsi

Wilda Nufus - detikNews
Jumat, 28 Feb 2020 19:48 WIB
Kasubdit Perencanaan Direktorat Sungai dan Pantai PUPR, Bambang Heri Mulyono.
Foto: Wilda/detikcom
Jakarta -

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memaparkan banjir yang melanda DKI Jakarta mayoritas disebabkan oleh sistem drainase yang tidak berfungsi. Dari hasil survei PUPR, hanya 35 persen yang disebabkan oleh luapan sungai.

"Dari 83 lokasi banjir yang kami survei di DKI Jakarta, kami memperoleh 71 titik banjir disebabkan oleh drainase yang tidak berfungsi. Banjir tanggal 25 Februari lalu yang disebabkan sungai itu hanya sekitar 35 persen. Dibandingkan banjir yang disebabkan oleh drainase, itu lebih tinggi, yakni sekitar 65 persen," kata Kasubdit Perencanaan Direktorat Sungai dan Pantai PUPR Bambang Heri Mulyono dalam konferensi pers 'Penanggulangan Bencana' di Graha BNPB, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Jumat (28/2/2020).

Hal serupa, kata Bambang, juga terjadi pada banjir Minggu (23/2). Persentase drainase yang tersumbat sekitar 86 persen dan persentase paling rendah akibat sungai yang meluap.

"Pada 23 Februari banjir yang disebabkan sungai itu sekitar 13-14 persen dibandingkan banjir yang disebabkan drainase, yakni 86 persen," katanya.

Namun, kata Bambang, pada banjir awal tahun, persentase drainase dan air sungai yang meluap berada pada posisi seimbang. Bambang menyebut saat itu kondisi Bendung Katulampa dan Pintu Air Manggarai berada di siaga I.

"1 Januari status Bendung Katulampa siaga I dan Manggarai siaga I. Karenanya, persentase banjir sungai dan banjir disebabkan drainase itu separuh-separuh," ujarnya.

Bambang mengimbau agar di setiap rumah membuat sumur resapan. Hal itu dilakukan untuk menahan air hujan yang turun.

"Kita perlu membuat sumur resapan. Kita bayangkan saja setiap rumah tangga bisa menahan air hujan sebanyak 1-2 meter kubik, betapa banyak aliran tengah yang bisa tertahan," katanya.

Sebelumnya diberitakan, Jakarta diguyur hujan deras hingga membuat beberapa wilayah banjir. Kadis Sumber Daya Air DKI Jakarta Juaini Yusuf mengatakan kondisi sungai-sungai yang melimpas membuat hal itu bisa terjadi.

"Ini kondisi sudah siaga satu semua, sungai limpas (luber) semua. Jadi kebetulan air pasang juga, lagi naik. Nah, pukul 11.00 WIB ini baru pada turun," kata Juaini di Pintu Air Manggarai, Jakarta, Selasa (25/2/2020).

Ia mengatakan kondisi siaga I di beberapa pintu air memang menjadi penyebab banjir hari ini. Ia memastikan tidak ada sumbatan di saluran-saluran air.

Tonton juga Jakarta Banjir, Menteri PUPR: Jangan Beda-bedain Kewenangan :

[Gambas:Video 20detik]

(idn/idn)