Kalau Mau Reshuffle, Jangan Diincrit-Incrit

Kalau Mau Reshuffle, Jangan Diincrit-Incrit

- detikNews
Senin, 05 Des 2005 00:23 WIB
Yogyakarta - Bila Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hendak me-reshuffle kabinetnya, sebaiknya jangan diincrit-incrit (sedikit demi sedikit). Namun bila mau mengganti menteri-menterinya hendaknya mencari orang-orang yang benar-benar membantu rakyat. Bukan orang-orang yang hendak mencari keuntungan sendiri. Hal itu itu disampaikan oleh Sekjen DPP PDIP, Pramono Anung menjawab pertanyaan wartawan seusai membuka Konferensi Daerah (Konferda) DPD PDIP Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di Hotel Melia Purosani, Jl Suryotomo, Yogyakarta, Minggu (4/12/2005). "Kita berharap supaya tradisi yang sudah baik dalam mengumumkan kabinet itu jangan terulang lagi. Jangan diincrit-incrit dalam Bahasa Jawanya. Mosok mau mengumumkan Pak Boediono mau jadi menteri tidak dalam rangka standing position formal sebagai presiden saat menyampaikan pengumuman itu," kata Pramono. Menurut Pramono, bila diumumkan tidak formal yang kasihan adalah orang yang mau digantikan. Dia tidak akan bekerja dengan tenang. Kedua kalau sudah diumumkan tapi yang bersangkutan tidak mau atau tidak jadi, yang kasihan keluarganya. "Jadi kalau mau ganti dan itu sudah matang, ya ganti saja," katanya.Ia mengingatkan bila presiden mau mereshuffle hendaknya mencari orang-orang yang benar-benar membantu rakyat atau orang-orang yang terbaik. Bukan orang-orang yang hendak mencari keuntungan sendiri. Jangan terpikat atau malah ikut tarik-menarik kekuatan dan berebutan."Bagi PDIP, mau di ya monggo (silakan - red), tidak ya monggo, kita tidak punya kepentingan," tegas Pramono didampingi sejumlah pengurus DPP PDIP.Ketika ditanyakan siapa saja menteri-menteri di kabinet saat ini yang layak diganti. Pramono tidak bersedia menjawab. "Yang tidak layak siapa saja, nanti kalau saya sebutkan malah jadi suudzon. Anda itu sudah gaharu cendana pula, sudah tahu bertanya pula," kata Pramono sambil tertawa. (ddn/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads