Reshuffle OK, Syaratnya Harus Buka Lapangan Pekerjaan Baru
Minggu, 04 Des 2005 23:14 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) boleh-boleh saja mengganti menterinya. Namun pergantian tersebut harus diikuti dengan pembukaan lapangan kerja baru mengingat saat ini angka pengangguran lumayan tinggi.Rencana Presiden Susilo BambangYudhoyono (SBY) mengganti pembantunya, menarik perhatian Nahdlatul Ulama Jawa Timur. Ketua PWNU Jawa Timur Ali Maschan Moesa memberikan catatan khusus kepada SBY agar reshuffle kabinet nantinya mampu membuka lapangan kerja baru. Syarat tersebut disampaikan Ali Maschan Moesa usai menghadiri peresmian lembaga pendidikan playgroup Muslimat dan Koperasi Annisa NU Surabaya, di kawasan Wonokromo, Minggu (4/12/2005). "Saya salah satunya yang mendukung. Dan saya optimis kondisi ekonomi bisa berubah, tapi dengan catatan kurangi angka pengangguran dan dongkrak daya beli masyarakat," katanya.Dibukanya lapangan pekerjaan ini, kata Ali Maschan Moesa, dinilai sebagai kebutuhan yang sangat mendesak untuk segera diselesaikan oleh kabinet Indonesia Bersatu. Karena, pasca kenaikan harga BBM menurut Ali, beban masyarakat semakin berat. "Tidak sedikit pekerja yang kena PHK. Itu harus segera diatasi," tegas kakak kandung Ali Maskur Maschan ini. Yang tak kalah penting, selain reshuffle, pinta Ali, SBY harus melakukan evaluasi ulang terhadap kinerja tim ekonomi yang oleh masyarakat dinilai belum maksimal mengentaskan keterpurukan bangsa. "Kalau bisa tidak hanya reshuffle. Tapi gaji presiden maupun pembantunya serta anggaran lainnya bisa dirampingkan. Jangan sampai mereka itu justru membebani keuangan negara," tukasnya.
(ddn/)











































