Isu Reshuffle
Semalam di Islamabad
Minggu, 04 Des 2005 22:29 WIB
Jakarta - Terselip peristiwa unik, di sela kunjungan kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Pakistan (24/11/2005). Sebuah fragmen kecil yang teringat seiring dengan berhembusnya kembali isu penggantian anggota Kabinet Indonesia Bersatu akhir-akhir ini.Peristiwa terjadi di Istana Kepresidenan Pakistan, Aiwan-e-Sadr, Islamabad, sekitar pukul 19.30 waktu setempat. Yakni saat SBY dan Presiden Perves Musharaff turun dari mimbar usai memberikan joint press briefing pada wartawan Pakistan dan Indonesia mengenai hasil pembicaraan bilateral kedua delegasi.Ketika itu Menteri Perindustrian Andung A. Nitimihardja bergegas menyongsong seorang wartawan harian Jakarta Post (JP) dan melabraknya. Sang menteri merasa tersinggung berat dengan berita mengenai dirinya yang ditulis si wartawan yang beredar di Tanah Air sehari sebelumnya.Andung mengira si wartawan -yang baru diketahuinya karena yang bersangkutan sempat memperkenalkan diri saat mengajukan pertanyaan pada Musharaff- punya dendam pribadi terhadap dirinya. Sehingga dengan sengaja membeberkan kesulitannya berbicara menggunakan bahasa pergaulan internasional."Saya lulusan (universitas) Pittsburgh (AS). Gak mungkinlah kalau nggak bisa bahasa Inggris," geram Andung.Tulisan yang jadi masalah itu, menggambarkan secara detail betapa untuk ukuran seorang menteri, bahasa Inggris Andung sangat berantakan. Terpatah-patah dan tidak jelas inti pembicaraannya. Sehingga para lawan bicaranya pun kebingungan apakah yang baru disampaikan oleh Andung adalah pertanyaan atau penjelasan.Peristiwa yang konon membuat SBY jengkel itu, berlangsung dalam sesi diskusi antara rombongan kepresidenan dengan jajaran direksi Infosys, di Bangalore, India. Tanya jawab yang sebelumnya berjalan lancar, mendadak menjadi kaku begitu Andung buka suara. Si wartawan yang kaget dengan 'teguran keras' Sang Menteri pun membela diri. Ia mengingatkan telah melakukan konfirmasi langsung pada Andung. Tulisan itu juga bahkan diperkuat dengan komentar seorang pejabat Deplu dan Jubir Kepresidenan Dino Patti Djalal yang ikut turut berdiskusi.Andung masih dengan muka merah padam sontak membalasnya. "Bahasa Inggris kan bukan mother tongue (bahasa ibu) kita. Jadi wajar dong kalau saya kesulitan memilih kata-kata yang tepat!"Kami -beberapa wartawan yang diam-diam mengawasi mereka berdua, otomatis tersenyum simpul mendengar alasan pembenaran itu. Sepanjang penerbangan kembali ke Jakarta keesokan harinya,jawaban itu jadi bahan guyonan."Jangan-jangan nanti kalau Andung di-reshufle, bukan karena nggak perform. Tapi karena nggak bisa bahasa Inggris," celetuk seorang pemimpin redaksi anggota rombongan sambil terkekeh-kekeh.
(ddn/)











































