8 PR Presiden Untuk ICMI

8 PR Presiden Untuk ICMI

- detikNews
Minggu, 04 Des 2005 21:33 WIB
Makassar - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) malam ini membuka muktamar Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) ke-4 di Hotel Sahid, Jl Jend Sudirman, Makassar.SBY tiba di lokasi muktamar sekitar pukul 20.00 wita. Sejam kemudian SBY membuka muktamar. Pembukaan muktamar ditandai dengan pemukulan gendang oleh SBY. Dalam sambutannya SBY mengungkapkan harapannya kepada ICMI yang tercantum dalam 8 pekerjaan rumah (PR) ICMI.Pertama, SBY meminta ICMI memberikan sumbangan dalam pengembangan kebijakan pemerintah yang meliputi pembangunan ekonomi ke depan, menggerakkan sektor riil dan melakukan revitalisasi pembangunan pertanian dan pedesaan.Kedua, ICMI diminta SBY untuk membantu penerapan tata kelola pemerintahan yang baik. SBY mengakui saat ini korupsi masih merajalela."Bantu kami membangun governance, yang terkadang terjadi pemborosan, tidak transparan, tidak akuntabel. Bantu kami mengatasi itu, mari kita berantas korupsi dengan kontinuitas tanpa henti," pinta SBY.Ketiga, ICMI membantu pemerintah memberikan peningkatan kualitas hidup masyarakat di bidang pendidikan dan kesehatan.Keempat, peningkatan kemanan nasional. SBY lebih menekankan pada pencegahan terorisme, dan peningkatan pencegahan penyakit yang marak akhir-akhir ini marak seperti penyakit flu burung, demam berdarah dan penyakit menular lainnya.Kelima, penemuan energi baru, SBY menjelaskan Indonesia termasuk negara terboros dalam pemakaian BBM.Keenam peran internasional di pentas global,yaitu pembangunan kehormatan kita sebagai bangsa di mata dunia internasional.Ketujuh peningkatan peran ulama, yang selanjutnya akan membantu peningkatan kesejahteraan umat.Kedelapan, SBY peduli terhadap kemerdekaan bangsa Palestina. SBY meminta ICMI untuk bersama-sama berdoa untuk kemerdekaan bangsa Palestina, supaya Palestina menjadi negara yang betul-betul merdeka.Selain membuka muktamar, Presiden juga menandatangani secara simbolis perubahan nama Institut Agama Islam Negeri Alauddin Makassar menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Makassar.SBY yang saat itu mengenakan baju batik warna biru disertai Ibu Ani datang bersama Menneg BUMN Sugiharto, Menag Maftuh Basyuni, Ketua MK Jimly Asshiddiqie, Ketua MPR Hidayat Nurwahid, Menhub Hatta Rajasa, Wakil Ketua MPR AM Fatwa, Ketua DPD Ginanjar Kartasasmita. Nampak juga Salahuddin Wahid, dan Andi Mallarangeng. (ddn/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads