Warga Polman Minta Tragedi Yus Yunus Tewas Diamuk Massa di Papua Diusut

Abdy Febriady - detikNews
Jumat, 28 Feb 2020 15:58 WIB
Massa berunjuk rasa atas tewasnya Yus Yunus yang diamuk massa di Papua (Abdy Febriady/detikcom)
Foto: Massa berunjuk rasa atas tewasnya Yus Yunus yang diamuk massa di Papua (Abdy Febriady/detikcom)
Polewali Mandar -

Ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Polewali Mandar Mengunggat, berunjuk rasa mengecam tindak penganiayaan yang menewaskan warga Polewali Mandar bernama Yus Yunus (25). Aksi unjuk rasa turut diikui keluarga korban berlangsung pada tiga titik.

Yus Yunus adalah sopir truk yang tewas diamuk massa karena dituduh menabrak warga dan babi hingga tewas di Kabupaten Dogiyai, Papua. Video Yus diamuk massa viral di media sosial dan mengundang kecaman.

Aksi prihatin Yus Yunus diawali dengan Long March dari Kawasan Sport Centre Polewali. Massa lalu menuju Kantor Bupati Polewali Mandar. Massa aksi mendesak Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar memberi penjelasan terkait upaya memberikan perlindungan keamanan terhadap warganya yang bekerja di Papua.

Aksi berlanjut di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Polewali Mandar. Massa meminta para anggota DPRD Polewali Mandar mengawal berkoordinasi dengan DPR Pusat untuk mengusut serta menyelesaikan kasus penganiayaan yang menimpa Yus Yunus. Massa meminta para pelaku dapat ditindak sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku.

"Kami mengutuk tindak kekerasan yang ada di sana (Papua), kami meminta para pelaku dihukum sebagaimana aturan di negara kita," ujar Koordinator Aksi Muhammad Ridwan.

Dalam orasinya, massa aksi juga meminta anggota DPRD Kabupaten Polewali Mandar, mendesak Kapolri Jenderal Idham Azis agar mencopot Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw. Massa menilai Paulus Waterpauw tidak mampu memberikan keamanan kepada warga sehingga terjadi aksi main hakim sendiri di depan anggota kepolisian di Papua.

"Kami juga meminta Kapolda Papua dicopot dari jabatannya, karena menurut kami, kelalaian Kapolda hingga kepolisian yang berjaga tidak melakukan penindakan secara maksimal, kami mencekam aparat yang berada dalam video, yang kehilangan sikap patriotisme sehingga melakukan pembiaran terjadinya penganiayaan yang seharusnya tidak dilakukan aparat kepolisian," ungkap Ridwan.

Aksi damai ratusan massa diakhiri di halaman Mapolres Polewali Mandar, dengan penjagaan ketat puluhan aparat kepolisian.

Peristiwa penganiayaan yang menewaskan Yus Yunus, di Kabupaten Dogiyai, Papua, terjadi pada hari Minggu (23/2) lalu. Yus Yunus yang berprofesi sebagai sopir truk, merupakan warga yang berasal dari Dusun Taramanu, Desa Sumberjo, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar.

Pria malang tersebut tewas secara mengenaskan, setelah menjadi sasaran amuk warga Kabupaten Dogiyai, lantaran dituding sebagai pelaku penabrak seekor babi dan warga setempat, hingga tewas.

Peristiwa ini menuai kecaman, pasalnya detik-detik aksi penganiayaan tersebut terekam kamera warga, yang kini viral di media sosial. Apalagi saat kejadian, terlihat sejumlah polisi bersenjata lengkap, tampak tidak berdaya menyelamatkan korban dari amukan massa.

(jbr/jbr)