Kegiatan Positif Driver Grab di Medan: Ajari Bela Diri hingga Baksos

Angga Laraspati - detikNews
Jumat, 28 Feb 2020 16:58 WIB
Grab Indonesia
Foto: Dok. Grab Indonesia
Jakarta -

Heroes atau pahlawan ternyata tidak hanya ada pada film-film dan fiksi-fiksi terkenal. Nyatanya banyak sekali orang-orang di dunia ini yang menjadi pahlawan bagi warga sekitarnya lewat kegiatan yang memberikan banyak manfaat.

Para pahlawan tersebut bisa ditemukan di salah satu kota di Indonesia yaitu Medan. Local Heroes yang berasal dari kalangan mitra Grab ini mempunyai berbagai kegiatan yang rutin dilakukan seperti aksi sosial, dan juga pelatihan bela diri bagi mitra driver perempuan.

Salah satu cerita dibagikan oleh mitra GrabCar Wita Widya yang percaya bahwa perempuan harus bisa mandiri dan tidak boleh takut menghadapi semuanya. Berangkat pada saat Grab mengadakan pelatihan bela diri untuk para pengemudi perempuan, dirinya terpanggil untuk menjadi salah satu penggerak bagi komunitas GrabCar Medan.

"Banyak teman mitra perempuan yang belum memiliki kemampuan bela diri, padahal hal ini penting banget bagi mereka supaya bisa bekerja secara leluasa," jelasnya dilansir dari website resmi Grab Indonesia, Jumat (28/2/2020).

Wita yang juga sudah 4 tahun menjadi mitra GrabCar rutin mengadakan pelatihan bela diri rutin bagi para pengemudi GrabCar perempuan di Medan setelah mendapatkan ilmu bela diri yang telah ia dapatkan. "Saya ingin perempuan lain memiliki rasa percaya diri saat bekerja, sehingga tak ada penghalang hanya karena merasa takut," tambahnya.

Lain cerita dengan, Sandri Tamayo seorang pengemudi GrabBike yang masih terdaftar sebagai mahasiswa jurusan sistem informasi yang bersyukur bahwa pekerjaannya menjadi mitra GrabBike dapat membiayai kebutuhan pendidikannya. Tidak hanya itu, dirinya juga terlibat sebagai pengurus Pasukan Solidaritas Grab SMAN 13 yang gelar melakukan aksi sosial.

"Kami rutin melakukan aksi sosial seperti kunjungan ke berbagai panti asuhan untuk menyalurkan berbagai bantuan yang telah kami kumpulkan. Prinsip hidup saya adalah kita harus bisa juga bermanfaat bagi orang lain," ungkapnya.

Untuk bisa mewujudkan hal ini, Sandri rela membagi waktunya untuk bekerja di pagi hari, dan menyelesaikan skripsi di malam hari. Pada akhir pekan dirinya kerap melayani komunitas bersama rekan-rekan lainnya.

(prf/ega)