Mau Bangun Pusat Data Nasional, Jokowi Sentil Tersebarnya Data Center

Andhika Prasetia - detikNews
Jumat, 28 Feb 2020 15:20 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Foto: Andhika/detikcom)
Foto: Presiden Jokowi. (Andhika Prasetya/detikcom)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin membangun Pusat Data Nasional untuk mensinkronkan data yang ada di instansi. Sebab, saat ini pusat data masih tersebar di mana-mana.

"Berdasarkan hasil survei Kementerian Komunikasi dan Informatika 2018, terdapat 2.700 data center atau pusat data pada 630 instansi pusat pemerintah daerah berarti rata-rata 4 pusat data center di setiap instansi pemerintah," ujar Jokowi dalam rapat terbatas pengembangan Pusat Data Nasional di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (28/2/2020).

Namun, menurut Jokowi, pusat data yang tersebar itu hanya dimanfaatkan 30 persen. Inilah yang menurut Jokowi ada indikasi duplikasi belanja teknologi.

"Secara nasional utilisasi pusat data dan perangkat keras hanya mencapai rata-rata 30 persen dari kapasitas. Fakta ini mengindikasikan terjadinya duplikasi anggaran belanja teknologi informasi dan komunikasi karena setiap kementerian mengembangkan pusat datanya sendiri-sendiri," kata Jokowi.

Jokowi ingin hal tersebut dihindari. Untuk itu, Jokowi menekankan pentingnya Pusat Data Nasional.

"Ini yang ke depan harus kita hindari dan kita kembangkan pusat data dan kita harapkan utilitasnya menjadi maksimal dan itu harus diakhiri dengan mengembangkan pusat data yang terintegrasi dan merupakan hasil sinkronisasi dari seluruh kementerian dan lembaga," ujarnya.

(dkp/idh)