Belajar dan Bermain, Sekolah Hikari Tak Pakai Rangking

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Sabtu, 29 Feb 2020 08:02 WIB
BSA Land
Foto: BSA Land
Jakarta -

Bagi anak-anak bermain merupakan aktivitas yang penting untuk pertumbuhan mereka. Bercengkerama dan membangun interaksi sosial merupakan pola proses kehidupan manusia yang penting untuk dimulai sejak dini, dari hal itulah manusia disebut sebagai makhluk sosial.

Bahkan beberapa ahli perkembangan anak pun setuju bermain merupakan hal yang sangat penting dalam pembelajaran dan perkembangan emosional bagi semua anak. Bermain harus menjadi pengalaman yang menyenangkan dan seringkali banyak keterampilan bisa dipelajari melalui bermain.

Menilik hal itu, beberapa sekolah juga menerapkan pola edukasi dan bermain, salah satunya Sekolah Hikari. Sekolah yang didirikan sejak 2011 lalu ini, memiliki konsep sekolah ramah anak dan menyenangkan dengan lingkungan hijau yang asri. Sekolah terletak di perumahan Serpong Lagoon Tangerang Selatan.

Bermula dari Kampung Koceak Kranggan, dulu tempat pendidikan anak ini hanya memiliki 2 sekolah dasar, SDN Tunas Muda dan Madrasah Al Khaeriyah yang sudah tidak bisa lagi menampung anak-anak di wilayah Serpong Lagoon. Kemudian terbukalah hati untuk membuka sekolah Hikari ini.

Fadilah Hasim adalah satu di antara orang yang memberanikan diri membuka sekolah untuk warga hunian Serpong Lagoon. Ia memiliki jaringan di bidang pendidikan baik dari Jepang maupun Indonesia. Sebelumnya diawal tahun 2000-an Fadilah Hasim dkk sudah terlebih dulu melakukan kegiatan masyarakat (volunteer/relawan) di bidang pendidikan.

"Sekolah Hikari ini membangun karakter, sifat yang mulia dan memiliki pengetahuan dasar yang kuat. Sekolah Hikari hadir untuk anak-anak negeri meniti kemandirian dan memupuk kemampuan bekerja sama," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (29/2/2020).

Belajar dan Bermain, Sekolah Hikari Tak Pakai RangkingFoto: BSA Land

Sekolah Hikari secara kurikulum mengikuti aturan yang sudah ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Tangerang Selatan yaitu kurikulum 13. Perbedaannya ada sisipan pendidikan lingkungan bukan termasuk ekstrakurikuler tetapi intrakurikuler. Sekolah Hikari di bawah Yayasan Semarak ini sudah membuat kerja sama dengan pemerintah Kota Tangerang Selatan untuk mengimplementasikan pendidikan lingkungan, dan dibantu oleh Jica (Lembaga sosial yang berpusat di jepang).

Adapun jenjang pendidikan sekolah Hikari yaitu TK dan SD, terdapat 4 kelompok ada TK A (2 kelompok) dan TK B (2 kelompok). Kemudian SD berjumlah 15 kelas, kelas 1-kelas 3 masing-masing memiliki 3 kelas dan kelas 4-kelas 6 masing-masing memiliki 2 kelas. Sementara untuk kelas 1 - kelas 3 masing-masing kelas diisi dengan 21 - 22 siswa siswi. Total murid di sini kurang 390 siswa-siswi.

Karena mengedepankan karakter terlebih dahulu, kelas 1 sampai dengan kelas 3 lebih banyak diisi bermain sambil belajar agar suasana belajar tetap cair dan tidak menegangkan bagi anak didik. Nah, kelas 4 masuk ke literasi akademis mulai di seriuskan untuk memiliki tanggung jawab belajar, terlebih lagi kelas 6 perlu dipersiapkan untuk menghadapi ujian nasional bukan berarti menghilangkan waktu bermain mereka.

"Karena pada tujuannya sekolah ini ingin dalam kegiatan mencari ilmu tidak boleh ada perasaan tegang dan tidak nyaman agar siswa siswi merasa bahagia dan betah, dan menghasilkan anak didik yang berkualitas pada masa depannya," ungkap Fadilah.

Penerapan PR (pekerjaan rumah) dalam 1 minggu sekali dibuat dalam bentuk jurnal yang berisi tentang perasaan, apa yang dilakukan dan kemudian diberi kesempatan untuk membaca di depan teman-temannya. Hal itu membuat murid lebih aktif berinteraksi sesama dan murid merasa tidak terbebani oleh pelajaran tersebut.

"Satu hal lagi di sekolah Hikari ini tidak ada rangking, dengan maksud tidak membanding-bandingkan antara anak yang satu dengan anak yang lainnya karena pada hakikatnya manusia terlahir sudah menjadi juara di bidangnya masing-masing berkat pemberian Tuhan," terangnya.

Nah di Sekolah Hikari ini diberikan wawasan bagaimana peduli terhadap lingkungan, adab sopan santun, dan arti kebersamaan. Sekarang yang menjadi kendala adalah tidak tertampungnya siswa di sekolah Hikari dan butuh ditambahkan lagi fasilitas-fasilitas untuk sarana penunjang bagi siswa siswi.

Diketahui, siswa siswi Hikari tidak hanya berasal dari warga hunian Serpong Lagoon dan sekitarnya, namun juga sampai ke daerah BSD City. Meskipun masih banyak kekurangan pihak sekolah terus berbenah dan selalu menjadi sumber cahaya ilmu yang tak pernah padam.

"Harapan terbesarnya ingin meningkatkan kualitas dari guru-guru dan fasilitas sarana Hikari, dan pastinya selalu membuat betah anak-anak di sekolah," pungkasnya.

(akn/ega)