Aktor Leonardo DiCaprio Unggah Foto PLTU Suralaya, Soroti Polusi Udara

M Iqbal - detikNews
Jumat, 28 Feb 2020 11:03 WIB
PARIS, FRANCE - DECEMBER 04:  US actor Leonardo DiCaprio delivers a speech during the Summit of Local elected for Climate at the Paris city hall on December 04, 2015 in Paris, France. Thousand mayors from different cities gather at the Paris city hall during the COP21, Paris Climate Conference.  (Photo by Thierry Chesnot/Getty Images)
Leonardo DiCaprio (Thierry Chestnot)
Cilegon -

Aktor Leonardo DiCaprio mem-posting sebuah foto berlatar belakang Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Suralaya, Cilegon, Banten. Di foto itu, tampak dua bocah sedang beraktivitas di kawasan PLTU Suralaya.

Posting-an tersebut awalnya diunggah akun @yaleenvironment360. Keterangan yang disisipkan pada foto itu menyoroti persoalan pencemaran udara yang diakibatkan oleh pembakaran dari bahan bakar fosil.

Foto dan keterangan tersebut diunggah ulang Leonardo DiCaprio di akun pribadinya, @leonardodicaprio. Dilihat pada siang hari ini, posting-an tersebut telah mendapatkan 299 ribu likes dan 1.316 komentar.

"Kerugian akibat polusi udara dari pembakaran bahan bakar fosil berdampak pada ekonomi dan kesehatan, jumlahnya mencapai USD 2,9 pada 2018. Menurut sebuah laporan baru, kematian dini dan hilangnya nyawa terjadi selama bertahun-tahun dihitung dalam bentuk absen kerja. Biaya yang dikeluarkan mencapai 3,3 persen dari produk domestik bruto (PDB) global," tulis Leonardo DiCaprio dalam unggahan akun Instagram-nya @leonardodicaprio seperti dilihat detikcom, Jumat (28/2/2020).

Penelitian tersebut, lanjut aktor Amerika Serikat (AS) tersebut, menghitung secara global polusi udara yang diakibatkan pembakaran dari bahan bakar fosil. PLTU Suaralaya diketahui menggunakan batu bara sebagai bahan bakar untuk menghasilkan listrik.

"Penelitian ini, yang pertama fokus pada dampak global polusi udara yang disebabkan oleh pembakaran dari bahan bakar fosil yang berfokus pada dampak kesehatan dari tiga jenis polutan tertentu: Nitrogen dioksida, ozon, dan bahan partikel halus. Hal itu juga mencakup rincian regional dampak polusi udara," lanjutnya.

Aktor Leonardo DiCaprio Unggah Foto PLTU Suralaya, Soroti Polusi UdaraFoto: PLTU Suralaya di Cilegon, Banten (M Iqbal/detikcom)

Hasil yang didapat para peneliti adalah kematian dini akibat polusi udara yang berkaitan dengan bahan bakar fosil pada 2018 terjadi di Cina daratan 1,8 juta orang, India 1 juta orang, dan Amerika Serikat 230.000 orang.

"Akibatnya, ketiga negara itu juga menghadapi biaya tahunan tertinggi: USD 900 miliar di Cina, USD 600 miliar di AS, dan USD 150 miliar di India," tuturnya.

Untuk diketahui, PLTU di Banten terbesar berada di Suralaya, Cilegon. Di sepanjang pesisir Banten, setidaknya ada 5 pembangkit listrik yang menggunakan bahan bakar batu bara di antaranta, PLTU Lontar di Tangerang, PLTU Jawa 7 di Kramatwatu, Serang, PLTU 1-8 di Suralaya, dan PLTU Labuan di Pandeglang. Tahun ini, pemerintah sedang menggarap pembangunan PLTU 9-10 yang terletak di Suralaya.

View this post on Instagram

From @yaleenvironment360: The economic and health costs of air pollution from burning fossil fuels totaled $2.9 trillion in 2018, calculated in the form of work absences, years of life lost, and premature deaths, according to a new report. The cost represents 3.3 percent of global GDP, or about $8 billion per day. The study, the first of its kind to quantify the global impacts of air pollution caused by burning fossil fuels, focused on the health impacts of three specific types of pollutants: Nitrogen dioxide, ozone, and fine particulate matter. It also included a regional breakdown of air pollution impacts. The researchers found that the most premature deaths from fossil fuel-related air pollution in 2018 were in mainland China (1.8 million), India (1 million), and the United States (230,000). As a result, those three countries also faced the highest annual costs: $900 billion in China, $600 billion in the U.S., and $150 billion in India. To learn more, click the link in @yaleenvironment360's bio. Photo credit: Ulet Ifansasti / Greenpeace

A post shared by Leonardo DiCaprio (@leonardodicaprio) on Feb 23, 2020 at 12:08pm PST

(jbr/jbr)