SBY Targetkan 95 % Anak-Anak Nikmati SD Gratis
Minggu, 04 Des 2005 14:40 WIB
Jakarta - Pemerintah menargetkan 95 % anak-anak usia sekolah di Indonesia, dapat menikmati pendidikan dasar formal maupun nonformal dalam lima tahun mendatang. Sementara jumlah penduduk buta huruf ditarget turun hingga 50 persen dari yang ada saat ini. "Kami berusaha memastikan 95 persen anak-anak miskin, terutama wanita, mendapatkan pendidikan dasar gratis pada 2009 nanti," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Hal tersebut disampaikan SBY dalam sambutan menutup Konferensi Internasional Pendidikan Sebagai Fundamental HAM, di Istana Negara, Jakarta, Minggu (4/12/2005). Konferensi yang digelar UNESCO sejak Jum'at lalu, diikuti oleh seratusan pengamat dan tokoh pendidikan dari 34 negara. Menurut Presiden, target tersebut merupakan tuntutan zaman. Sebab hanya dengan SDM berkualitas tinggi, sebuah bangsa akan tampil sebagai pemenang globalisasi. Pendidikan merupakan senjata utama untuk meningkatkan kesejahteraan sebuah bangsa dan menentukan nasibnya sendiri. Karenanya, perbaikan dunia pendidikan merupakan agenda pokok pemerintahannya, selain membangun pemerintahan yang bersih dan peningkatan pelayanan kesehatan. "Indonesia modern dimulai dari segelintir intelektual, nah bagaimana dahsyat efeknya jika kita punya jutaan intelektual nanti," tambahnya. Presiden menyadari, mencapai target tersebut membutuhkan dukungan infrastruktur yang luar biasa besar. Tidak sebatas masalah pendanaan atau metode pengajaran, tapi tantangan terberatnya justru adalah meletakkan kebijakan pendidikan yang tepat dengan perkembangan di masa depan. "Ini dilakukan dengan adanya UU pendidikan, pelatihan intensif untuk guru dan kurikulum yang sistematis," jelasnya. Menyinggung masalah anggaran pendidikan, Presiden mengakui bahwa target alokasi 20 persen dari APBN baru bisa dipenuhi secara bertahap. Namun, ia memastikan komitmen kuat pemerintah meaksanakan amanat UUD 1945 tersebut. "Kami akan menaikkan anggaran secara signifikan lebih dari US$ 10 miliar untuk pendidikan dasar, sehingga kami akan punya populasi yang lebih berpendidikan. Diharapkan mereka membawa Indonesia lebih demokratis, kompetitif dan produktif," paparnya.
(iy/)











































