Ribuan Guru di Lombok Mogok, Depdiknas Ogah Intervensi
Minggu, 04 Des 2005 13:29 WIB
Jakarta -
Ribuan guru di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), melakukan mogok massa sejak Kamis 1 Desember lalu. Namun Mendiknas mengatakan tidak akan terburu-buru melakukan intervensi atas penyelesaian aksi pemogokan guru tersebut. Kenapa pak menteri?"Itu skalanya masih lokal, jadi tugas bupati untuk menyelesaikannya," kata Mendiknas Bambang Sudibyo usai penutupan acara Konferensi Internasional Pendidikan di Istana Negara, Jakarta, Minggu (4/12/2005).Mendiknas menjelaskan sesuai prinsip otonomi daerah dan desentralisasi, untuk penanganan kasus yang sifatnya lokal diserahkan pada kewenangan daerah. Pihak pusat dalam hal ini Depdiknas dan Depdagri baru akan turun tangan apabila masalah tersebut memang sampai berlarut-larut dan Pemda sudah angkat tangan.Menyinggung masih bersikerasnya Bupati Lombok Timur yang enggan mencabut kebijakan pemotongan gaji guru, Mendiknas menolak mengomentarinya lebih lanjut. "Ya kita harap bupati bisa menyelesaikan dengan sebaik-baiknya," ujarnya.Mogok mengajar tersebut dipicu kebijakan Bupati Lombok Timur H. Ali BD, SH yang memotong gaji guru sebesar 2,5 persen mengatasnamakan pungutan zakat sejak dua tahun lalu.
(san/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































