Wagub Jabar Sebut Proyek Kereta Cepat Sebabkan Banjir: Tak Ada Amdal

Isal Mawardi - detikNews
Jumat, 28 Feb 2020 03:13 WIB
Uu Ruzhanul Ulum
Foto: Muhammad Ridho/detikcom

Pemprov Jabar sendiri menggelontorkan dana untuk penanganan tanggap darurat. Dana tersebut, salah satunya, untuk menambah pembangunan polder air dan sebagainya.

"Kemarin kan baru Rp 25 miliar, sementara habis sudah berapa miliar yang kita bagikan, artinya termasuk untuk polder yang lainnya begitu. Ya minimal kan Rp 25 miliar lagi, jadi kami anggarkan sekitar Rp 50 miliar untuk menangani tanggap darurat," lanjutnya.

Ia juga mendorong Pemkot Bekasi membuat program dalam penanganan banjir.

"Tinggal Pemerintah Kota Bekasi membuat sebuah program, nanti kita bantu pemikiran dan yang lainnya, mudah-mudahan setelah datang ke sini ada progres dan minimal meminimalisir banjir yang ada di wilayah Kota Bekasi yang termasuk yang ada di daerahnya," lanjutnya.

Dalam kunjungan ke Bekasi, Uu menyempatkan diri mengunjungi Perumahan Bumi Nasio Indah, Jatiasih, Kota Bekasi. Diketahui, perumahan tersebut jadi salah satu titik banjir terparah. Ketinggian air sekitar 2 meter. Uu menyempatkan diri sesekali menyapa warga dan relawan yang turut membantu masyarakat.

"Kondisi banjir yang ada di wilayah ini, kalau melihat air sudah surut. Tetapi bekasnya ini, rumah-rumah kita bisa lihat tadi kasur, kursi, alat-alat elektronik, alat-alat rumah tangga semuanya ada imbas daripada banjir ini. Saya merasa prihatin daripada banjir ini. Sudah empat kali (terjadi di perumahan Bumi Nasio Indah)," ungkapnya.

selanjutnya
Halaman

(isa/mea)