Pemkab Serang dan TNI-Polri Siap Kawal Lomba Kampung Bersih 2020

Nurcholis Maarif - detikNews
Kamis, 27 Feb 2020 22:53 WIB
Pemkab Serang
Foto: dok Pemkab Serang
Jakarta -

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang bersama Polda Banten dan Korem 064/Maulana Yusuf bersinergi mendorong warga menciptakan kampung bersih dan aman. Salah satunya dengan melaksanakan Lomba Kampung Bersih dan Aman (LKBA).

"LKBA ini sebagai langkah awal untuk masyarakat membiasakan hidup sehat, dan juga menjaga keamanan lingkungan. Membangkitkan gotong royong," kata Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah dalam keterangannya, Kamis (27/2/2020).

LKBA 2020 digelar Pemkab Serang bekerja sama dengan salah satu media harian di Banten dan resmi dilakukan launching di Marbella Hotel, Kecamatan Anyar, Kabupaten Serang, Kamis (27/2/2020).

Tatu memerintahkan para camat di 29 kecamatan dan 326 kepala desa untuk bergerak mengajak warga untuk mengikuti lomba ini. Kemudian organisasi perangkat daerah (OPD) menurunkan program untuk mendukung kegiatan ini. Tercatat sebanyak 1.511 RW akan mengikuti lomba ini.

"Jangan pernah merasa terbebani dengan lomba ini, karena menciptakan lingkungan yang sehat dan aman adalah kewajiban kita bersama. Nanti ada reward (hadiah) dan punisment (hukuman) bagi camat dan kepala desa yang tidak bergerak menciptakan lingkungan yang bersih dan aman," ujarnya.

Tatu juga berterima kasih kepada jajaran Polda Banten dan Korem 064/Maulana Yusuf yang turut menciptakan Kabupaten Serang yang bersih dan aman.

"Budaya gotong royong sudah hampir punah, kita bangkitkan kembali. Saya yakin, semua masyarakat ingin kampungnya bersih dan selalu aman. Harus ada juga kerja sama dari perusahaan, karena ada CSR sebagai hak masyarakat," jelasnya.

Sementara itu, Kapolda Banten Irjen Pol Agung Sabar Santoso mengawali sambutan dengan menyebut babinsa, babinkamtibnas, dan kepala desa. Ia beralasan, ketiga unsur tersebut akan menjadi ujung tombak dalam menyukseskan kegiatan ini dengan mengajak masyarakat untuk aktif membersihkan lingkungan dan menciptakan suasana aman.

"Saya berharap, program LKBA bisa ditiru kabupaten dan kota lain di Banten," ujarnya.

Danrem 064/Maulana Yusuf Kolonel Infanteri Windiyatno mengaku, kesadaran masyarakat akan kebersihan dan keamanan lingkungan masih kurang. Kata dia, ada perumahan yang mengalami banjir saat musim hujan, disebabkan saluran pembuangan air dipenuhi sampah.

"Maka masyarakat harus kita ajak untuk peduli akan lingkungannya," tuturnya.

Kata dia, pada LKBA tahun 2019 masih kurang yang berpartisipasi, meski ada perubahan pola hidup bersih di masyarakat.

"Saya sering keliling, dan pagi-pagi banyak ibu-ibu sekarang masih kompak kalau menyapu di jalan depan rumahnya masing-masing, ini hal positifnya. Sedangkan hal kerawanan pun sudah kecil, karena sudah banyak poskamling sebagai bentuk kepedulian akan keamanan," pungkasnya.

(ega/ega)